Norwegia Dapat Kembali ke Pasar Angin Lepas Pantai Inggris
Minggu, 19 Nov 2023, 17:35 WIBNorwegia menjadi salah satu negara yang terus mengembangkan energi terbarukan di duni. Terbaru, Statkraft, perusahaan milik negara Norwegia, dapat kembali ke pasar angin lepas pantai Inggris, tetapi fokus utamanya tetap pada Irlandia, Norwegia dan Swedia.
"Kami sedang melihat Inggris," kata CEO Statkraft Christian Rynning-Toennesen, setelah presentasi pendapatan kuartal ketiga Statkraft, yang menyoroti rencana lelang yang stabil di negara tersebut, dikutip dari Reuters, Minggu (12/11).
Ia memperkirakan lelang-lelang di masa mendatang akan dikalibrasi ulang setelah lelang energi terbarukan terakhir di Inggris gagal menarik proyek-proyek angin lepas pantai baru karena subsidi dianggap terlalu rendah dan tidak mencerminkan kenaikan biaya di industri ini.
Statkraft juga sudah menjadi salah satu pengembang energi terbarukan terbesar di Inggris, memiliki kantor besar di London dan mengenal pasar dengan baik dari proyek-proyek angin lepas pantai sebelumnya.
Perusahaan ini sebelumnya memiliki saham di ladang angin Dogger Bank, Dudgeon, Sheringham Shoal, dan Triton Knoll, tetapi menjualnya pada tahun 2017 untuk fokus pada teknologi lain.
"Kami tidak memiliki proyek tahap awal di Inggris, jadi jika kami akan masuk sekarang, kami akan masuk ke proyek-proyek yang sudah dijual oleh pihak lain," ujar Christian.
Namun, fokus utama perusahaan untuk angin lepas pantai adalah Irlandia, di mana perusahaan ini mengembangkan 2,2 gigawatt (GW) bersama dengan mitranya, Copenhagen Infrastructure Partners. Perusahaan ini juga berencana untuk berpartisipasi dalam lelang angin lepas pantai pertama di Norwegia dan pada bulan Oktober membeli Swedish Njordr Offshore Wind, yang memiliki pipa pengembangan tahap awal sebesar 21 GW.
Statkraft memiliki target untuk menambah 2,5-3 GW per tahun kapasitas baru dari tahun 2025, sebagian besar di pembangkit listrik tenaga angin dan surya serta baterai, dibantu oleh cadangan kas yang sehat yang berjumlah 33,8 miliar crown pada akhir September. Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) kuartal ketiga turun 46% menjadi 4,9 miliar crown Norwegia ($ 440,68 juta), yang disebabkan oleh harga listrik yang lebih rendah, meskipun laba bersih Statkraft naik 15% menjadi 4,4 miliar crown.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Lahan Terbatas Bukan Hambatan, DPRD Depok Jadikan Yonif TP 899 Model Urban Farming
-
ITS Ubah Limbah Peternakan dan Pertanian di Papua Barat Jadi Energi
-
Rayakan 25 Years of Excellence: Napindo Satukan 6 Sektor Strategis dalam 1 Panggung
-
Dukung EBT Nasional, Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 ke Kalsel
-
Jangan Asal Bicara! Sandrica Sampaikan Pesan Adab Bertutur Lewat Lagu Berjudul Seribu Kata Positif
-
17 Penerjun Kopassus Taklukkan Ketinggian 10.000 Kaki dalam Victory Jump di Monas.
-
Manufaktur Diperkuat, Keyakinan Konsumen Dibangun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.