Implementasi Sistem 'Super Grid' Pacu Pemanfaatan EBT

Jumat, 17 Nov 2023, 08:39 WIB

JAKARTA - Komisi VII DPR RI mendukung penuh langkah pemerintah dan PT PLN (Persero) membangun transmisi listrik green super grid, penggunaan teknologi smart grid, dan smart control center di Tanah Air. Pasalnya, langkah tersebut diharapkan dapat mengakselerasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia dengan tetap menjaga keandalan listrik sebagai upaya mencapai net zero emission (NZE) pada 2060.

"Komisi VII DPR RI mendukung Dirjen Ketenagalistrikan, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, dan Dirut PLN atas rencana pembangunan infrastruktur dasar ketenagalistrikan termasuk super grid dalam rangka mengoptimalisasi potensi EBT," ucap Ketua Komisi VII DPR, Sugeng Suparwoto, dalam rapat dengar pendapat antara Komisi VII DPR RI dengan Kementerian ESDM dan PLN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/11), dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (16/11).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Super grid merupakan sistem interkoneksi jaringan kelistrikan antarpulau yang membentang dari timur hingga ke barat. Sugeng juga mendukung PLN untuk terus melanjutkan dan memperkuat digitalisasi kelistrikan dan pembangunan infrastruktur dasar ketenagalistrikan untuk implementasi smart grid agar pemanfaatan EBT dapat lebih optimal.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman P Hutajulu, menjelaskan Kementerian ESDM mencatat potensi EBT di seluruh Indonesia mencapai 3.687 gigawatt (GW). Potensi tersebut, meliputi surya, hidro, bioenergi, angin, panas bumi, dan laut.

"Indonesia memiliki potensi EBT besar, tersebar, dan beragam untuk mendukung ketahanan energi nasional dan pencapaian target bauran EBT," katanya.

Meski demikian, dia mengatakan lokasi potensi EBT yang besar pada umumnya jauh dari lokasi pusat beban, sehingga diperlukan penguatan infrastruktur transmisi tenaga listrik untuk menyalurkan energi listrik dari lokasi potensi EBT menuju ke pusat beban yang saat ini masih di Pulau Jawa.

"Karena itu, Indonesia berencana mengembangkan super grid guna meningkatkan konektivitas dan mengoptimalkan potensi EBT di lima pulau utama, yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Bali," kata Jisman.

Dia mengatakan dengan membangun interkoneksi antarpulau, sistem kelistrikan akan semakin andal dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan super grid dan modernisasi sistem ketenagalistrikan tidak hanya memaksimalkan potensi suplai EBT seperti hidro dan panas bumi, tetapi juga meningkatkan penetrasi pengembangan sumber EBT yang intermiten seperti surya dan angin.

Tambah Kapasitas

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menuturkan pemerintah dan PLN menyepakati penambahan pembangkit 75 persen akan berasal dari EBT dan 25 persen dari gas sampai 2040.

Skenario tersebut terangkum dalam skema Accelerated Renewable Energy Development (ARED), yang mana pengembangan sistem interkoneksi listrik bersih antarpulau green super grid.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.