Pemindahan Kabel ke Bawah Tanah di Mampang Sudah 90 Persen
Kamis, 16 Nov 2023, 16:20 WIBJAKARTA -- Proses pemindahan kabel jaringan utilitas ke bawah tanah di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, sudah mencapai 90 persen.
"Untuk titik kawasan itu saja. Sudah 90 persen. Jadi yang di Mampang itu tinggal sedikit. Nanti akan bergeser lagi ke wilayah lain," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Heru menyebutkan, pihaknya terus melakukan pemindahan ke Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) setiap harinya sampai tidak ada lagi ditemukankabel semrawut di udara.
Namun, Heru tidak dapat memastikan target waktu penyelesaian pemindahan kabel ke bawah tanah seluruh SJUT di wilayah Mampang Prapatan.
"Untuk peralihan (kabel udara ke bawah tanah) yang sudah ada SJUT. Karena pindah kan tidak bisa sekaligus pindah, tapi bertahap," katanya.
Meski demikian, pemindahan terus dilakukan. "Jadi Jalan terus, karena SJUT itu jalan terus. Lokasi yang belum ada SJUT, nanti itu akan masuk SJUT," kata Heru.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan telah melakukan penertiban kabel udara sepanjang lima kilometer (km) di sepanjang Jalan Tuti Alawiyah, Mampang Prapatan.
"Rinciannya yakni terbentang di sisi barat dan timur jalan dengan masing-masing panjang 2,5 km," kata Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Selatan, Harly Sitorus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (9/5).
Menurut Harly, adanya penertiban kabel udara ini lantaran sedang dimulainya pengoperasian SJUTsehingga kabel udara tersebut sudah tidak berfungsi kembali.
Pembangunan SJUT ini dapat mengatasi keruwetan kabel udara, menambah estetika kota hingga mengatasi kepadatan lalu lintas di Ibu Kota.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
OpenAI Rilis Fitur Health di ChatGPT, Terhubung ke Apple Health dan Rekam Medis
-
Dulu Kumuh Kini Asri, Area Sekitar Terminal Tanjung Priok Disulap Jadi Taman
-
Sisi Wisata Kesehatan Belum Digarap Serius
-
Kebijakan Ekonomi Konsisten, Malaysia Nyaris jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
-
Bupati Lombok Timur Sebut Kehadiran Dokter Penentu Kemajuan SDM dan Kesehatan Masyarakat.
-
Ancaman Komputer Kuantum, Pemerintah Dorong Migrasi PQC Nasional
-
Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.