Kepala BKKBN Ingatkan Kesadaran KB Pascapersalinan yang Tinggi Dapat Percepat Penurunan Stunting
Kamis, 16 Nov 2023, 00:05 WIBJakarta - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyatakan bahwa kesadaran menggunakan kontrasepsi atau KB pascapersalinan yang tinggi bisa mempercepat penurunan stunting dan mengoptimalkan bonus demografi.
"Penting untuk diedukasi agar masyarakat sadar kalau habis melahirkan itu segera KB. Jarak kehamilan dengan stunting saling terkait, apabila KB bagus maka stunting turun," ujar Hasto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.
Hasto mengatakan hal tersebut saat menghadiri lokakarya strategi penurunan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) dan peningkatan KB pascapersalinan di Semarang pada Selasa (14/11).
Ia menegaskan pentingnya menurunkanunmet needagar Indonesia dapat memetik bonus demografi, yang tentu juga mesti diimbangi dengan peningkatan kualitas penduduk melalui layanan pendidikan yang berkualitas, menurunkan stunting, mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing.
"Rata-rata kalau saya tanya ke pasangan usia subur yang tidak ber-KB kemudian hamil, dia bilang kebobolan, tidak sengaja. Ini masuk ke kehamilan tidak diinginkan (KTD), di Jawa Tengah setiap 100 orang hamil ada 16 kasus KTD. Makaworkshoptentangunmet needini dibutuhkan agar antara kebutuhan dengan pelayanan bisa sesuai," kata dia.
Ia juga menjelaskan, saat ini Indonesia sedang memasuki masa populasi menua atauaging population, di mana rasio ketergantungan penduduk usia nonproduktif yang ditanggung dari 100 orang usia produktif saat ini adalah 44,43 jiwa.
"Artinya, antara yang bekerja dan yang makan perbandingannya banyak yang bekerja, setiap 100 orang hanya memberi makan 44 orang. Jadi, kalau mau kaya ya sekarang saatnya, kalau bukan kita yang mendorong, siapa lagi?" ucap Hasto.
Ia melanjutkan, pada tahun 2035 nanti Indonesia sudah memasuki puncak populasi lanjut usia tertinggi, atau banjir orang tua disebabkan angka harapan hidup yang meningkat, sehingga mulai saat ini perlu mempersiapkan lansia yang tangguh dan mandiri agar bisa produktif di masa depan.
"Kita mesti mengantisipasi masuknya eraaging population, melalui program ramah lanjut usia, peningkatan cakupan jaminan sosial, dan kesehatan bagi lansia, maupun pemberdayaan perempuan," tuturnya.
Dalam rencana strategis BKKBN 2020-2024, tertuang prioritas target pencapaian, di antaranya penurunan angkaunmet needdari 6,82 persen pada 2020 menjadi 4,48 pada 2024, prevalensi kontrasepsi modern dari 63,93 persen menjadi 65,7 persen, dan penurunan angka kelahiran total atautotal fertility ratedari 2,05 menjadi 1,94.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Herdman Siapkan Timnas dengan Identitas Baru
-
Harga Emas Antam Naik Rp30.000 Jadi Rp2,803 Juta/Gr pada Senin Ini
-
Akhir Penantian Jepang: Kapal Tanker Pertama Sukses Tembus Selat Hormuz
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
-
Mendag Tegaskan HET Minyakita Tetap Rp15.700 Per Liter
-
Kemenperin Tegaskan Manufaktur Indonesia Tak Alami Deindustrialisasi
-
Bantah Isu Ambruk, Menkeu Purbaya Siap Gebrak Konferensi Pers APBN KiTa Rabu Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.