Biden Akan Merangkul Sekutu-sekutunya di Asia untuk Hadapi Tiongkok

Rabu, 15 Nov 2023, 00:02 WIB

SAN FRANCISCO - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, minggu ini, menyambut kedatangan para sekutu Lingkar Pasifik di San Francisco, di mana ia juga akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pemimpin AS tersebut untuk menunjukkan fron persatuan dalam menghadapi pengaruh Beijing yang semakin besar.

Dikutip dari The Straits Times, Biden tiba pada Selasa (14/11) untuk memimpin forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) yang beranggotakan 21 negara dalam acara diplomatik terbesar sejak tahun 1945 di San Francisco.

Ket. Foto: Presiden AS, Joe Biden — Sumber: SAUL LOEB/AFP

Biden akan memaparkan kemajuan dalam pakta perdagangan baru untuk Asia yang dipimpin AS, yang tidak terlalu ambisius dibandingkan upaya sebelumnya, namun telah mendapat tentangan dari beberapa anggota Partai Demokrat.

AS membentuk APEC tiga dekade lalu dengan gagasan menyatukan Lingkar Pasifik melalui perdagangan. Pandangan positif tersebut berakhir ketika menyangkut Tiongkok, di mana pemerintahan Biden dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan sanksi terhadap Beijing, yang mereka anggap sebagai penantang global utama terhadap keunggulan AS.

Menyuarakan Harapan

Namun, AS dan Tiongkok sama-sama menyuarakan harapan akan stabilitas yang lebih baik. Dengan kunjungan ke Washington yang secara politik tidak memungkinkan dan pemilu AS akan berlangsung satu tahun lagi, APEC menandai peluang unik bagi Xi untuk bertemu Biden di wilayah AS.

Pertemuan Biden-Xi pada Rabu, yang pertama sejak setahun lalu pada KTT G20 di Bali, diperkirakan akan membahas berbagai perbedaan pendapat termasuk Taiwan, yang pemilunya dalam dua bulan mendatang dapat memicu ketegangan baru dengan Beijing, yang mengeklaim kedaulatan atas Tiongkok. Demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri dan tidak menutup kemungkinan untuk merebutnya dengan kekerasan.

"Bagi para pemimpin lain di San Francisco, APEC berisiko terasa seperti tontonan dalam pertemuan Biden-Xi. Namun, mereka mungkin juga lega dengan hal ini," kata Jude Blanchette, pakar Tiongkok di Pusat Studi Strategis dan Internasional.

"Bahkan negara-negara di kawasan ini yang sangat khawatir terhadap meningkatnya agresi Tiongkok masih memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan Tiongkok dan mereka akan lebih memilih hubungan AS-Tiongkok yang stabil daripada hubungan yang tidak stabil," tambahnya.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, pada Senin, memimpin pembicaraan di antara para menteri keuangan APEC yang menyerukan fokus kembali pada prioritas fiskal jangka panjang menyusul gangguan pandemi Covid-19 sebagai bagian dari "visi bersama kita mengenai perekonomian yang terbuka, dinamis, berketahanan dan komunitas Asia- Pasifik yang damai".

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.