• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kewenangannya Dilucuti Pa...

Kewenangannya Dilucuti Parlemen Secara Bertahap

Selasa, 14 Nov 2023, 06:25 WIB

Kekuasaan British East India Company (EIC) yang monopolistik dan juga korup, dilucuti melalui serangkaian peraturan salah satunya Undang-Undang Piagam tahun 1813. Sejak saat itu, wilayah baru yang direbut oleh EIC akan berada di bawah kedaulatan langsung parlemen Inggris dan monopoli perdagangan diakhiri.

Undang-Undang Piagam 1833 memperketat ikatan di leher EIC. Undang-undang tersebut menghapus semua batasan yang ditetapkan EIC mengenai imigrasi ke India. Monopoli perusahaan dalam perdagangan dengan Tiongkok pun berakhir.

Ket. Foto: — Sumber: Wikimedia

Percival Spear dalam A History of India Vol. II (2022) menyebut Undang-Undang Piagam tahun 1853 kembali mengurangi kekuasaan EIC sehingga tidak lebih dari sekedar badan pengelola administrasi India yang tunduk pada arahan pemerintah Inggris dalam hal kebijakan. Perusahaan perdagangan besar ini sangat mirip dengan pemerintahan kolonial Inggris di tempat lain kecuali namanya.

Setelah kekuasaan dilucuti, pada 1857, EIC diguncang oleh Pemberontakan Sepoy (atau Perang Kemerdekaan India Pertama). Peristiwa ini dimulai oleh elemen India (sepoy) di tentara EIC memberontak melawan perwira mereka. Kerusuhan dengan cepat menyebar hingga melibatkan beberapa penguasa negara pangeran dan orang India dari semua kelas.

Penyebab pemberontakan bermacam-macam, mulai dari diskriminasi terhadap praktik budaya India hingga para pangeran India yang tidak diizinkan mewariskan wilayah mereka kepada anak angkatnya. Namun pemicu awalnya datang dari para sepoy yang memprotes gaji mereka yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tentara EIC Inggris.

Saat itu, EIC mempekerjakan sekitar 45.000 tentara Inggris dan lebih dari 230.000 sepoy. Sepoy mengambil alih pusat-pusat penting seperti Delhi, namun kurangnya komando dan koordinasi secara keseluruhan membuat mereka tidak dapat menang melawan sumber daya EIC yang lebih unggul, terutama ketika 40.000 tentara dikirim ke India oleh pemerintah Inggris.

Setelah pemberontakan dipadamkan, sentimen di Inggris adalah bahwa koloni penting seperti India tidak dapat lagi diserahkan ke tangan perusahaan swasta.

Kerajaan Inggris lalu menguasai sepenuhnya wilayah EIC di India melalui Undang-Undang Pemerintah India tanggal 2 Agustus 1858. Tentara EIC diserap ke dalam Angkatan Darat Inggris, dan Angkatan Laut EIC dibubarkan. Perusahaan swasta paling agresif dan paling kejam yang pernah didirikan telah dinasionalisasi secara efektif. Maka dimulailah apa yang populer disebut dengan British Raj (pemerintahan) di India.

Sekretaris Negara India yang baru ditunjuk dan bertanggung jawab langsung kepada Parlemen, sementara Raja Muda mewakili Kerajaan. Raja Muda memimpin kabinet menteri, dan mereka secara kolektif mengawasi administrasi harian dan operasi peradilan. India dibagi menjadi beberapa jabatan gubernur, yang kemudian dipecah menjadi beberapa jabatan wakil gubernur.

Pada 1 Juni 1874, setelah mengizinkan pemegang sahamnya memperoleh lebih banyak dividen selama 16 tahun, parlemen secara resmi membubarkan EIC. Pada tahun 1877, Ratu Victoria diproklamasikan sebagai Permaisuri India sekaligus menghapus keberadaan perusahaan tersebut. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.