Mantap, Gubernur Khofifah Sebut Angka Kemiskinan di Jawa Timur Turun Signifikan
Minggu, 12 Nov 2023, 22:40 WIBTulungagung - Mantap, Gubernur Jawa Timur (Jatim)Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa rasio atau angka kemiskinan ekstrem di daerahnya saat ini telah turun signifikan, mengacu data statistik selama kurun tiga tahun terakhir.
"Angka kemiskinan ekstrem di Jatim sekarang jauh lebih rendah dibanding angka nasional," kata Gubernur Jatim Khofifah saat memberi sambutan dalam pembukaan Jambore BUMDesa 2023 di wisata rintisan Nangkula Park di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, Minggu.
Dia memberi gambaran rasio angka kemiskinan ekstrem di Jatim pada 2020 sebesar 24,4 persen, kemudian pada 2021 mendekati angka nasional, dan terakhir berdasar data statistik pada Maret 2023 turun signifikan hingga menjadi 0,28 persen.
Menurutnya, rasio itu jauh lebih rendah dibanding angka kemiskinan ekstrem nasional yang berkisar 1,2 persen. "Kami sudah di bawah rata-rata nasional untuk penurunan kemiskinan ekstrem," kata Khofifah.
Pihaknya berharap angka kemiskinan ekstrem akan menjadi 0 persen pada akhir 2023. "September ini, kalau dilakukan pendataan ulang harusnya sudah mendekati nol persen," katanya.
Pihaknya bakal terus melakukan intervensi untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem.
Menurut mantan Menteri Sosial ini, salah satu faktor yang memberi dampak positif dalam upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem tersebut adalah dengan meningkatkan perekonomian di tingkat desa, melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Pihaknya juga mendorong Desa Devisa, sehingga Desa Devisa di Jatimmerupakan yang tertinggi di Indonesia. Desa Devisa dibiayai oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor-impor Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Untuk menjadi Desa Devisa ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu desa mempunyai produk original, produk itu dibuat secara massal oleh masyarakat, dan ada lembaga seperti koperasi atau BUMDesa. "Ini penguatannya seiring dengan BUMDes," kata Khofifah.
Pengembangan potensi desa, kata dia, berimbas pada penurunan angka kemiskinan, seiring hidupnya usaha di desa yang mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
"Alhamdulillah angka kemiskinan ekstrem Jawa Timur turun drastis," kata Khofifah.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jadwal SEA V Cup 2026: Indonesia Buka Laga Kontra Kamboja
-
PKB Gelar Nobar Perempat Final Piala Dunia
-
Biokul Gandeng Pevita Pearce Ajak Konsumsi Probiotik Harian
-
Ranking Kekuatan Delapan Negara Tersisa di Piala Dunia 2026: Prancis Favorit, Maroko Siap Buat Kejutan
-
Pasar Murah Jatim Tembus 95 Kali, Khofifah Fokus Dekatkan Pangan Terjangkau ke Warga
-
Danamon Rayakan HUT ke-70, Perkuat Sinergi One Financial Group dan Percepat Inovasi Digital
-
Pentingnya Peran Ayah tak Bisa Digantikan Oleh AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.