Mossad, CIA dan Qatar Jajaki Kesepakatan Pembebasan Sandera di Gaza

Jumat, 10 Nov 2023, 01:16 WIB

DOHA - Para pemimpin Central Intelligence Agency (CIA) dan badan intelejen Israel, Mossad, pada Kamis (9/11) bertemu dengan perdana menteri Qatar di Doha untuk membahas parameter kesepakatan pembebasan sandera dan jeda dalam pertempuran Hamas-Israel di Jalur Gaza.

Dilansir oleh Reuters, namun bocoran dari sumber pertemuan itu mengatakan bahwa hasil perundingan tersebut tidak jelas.

Ket. Foto: Direktur CIA, William Burns. — Sumber: Istimewa

Qatar, tempat beberapa pemimpin politik Hamas bermarkas, telah memimpin upaya untuk menengahi antara Hamas dan pejabat Israel terkait pembebasan sandera yang disandera oleh militan Hamas ketika mereka menyerbu di Israel pada 7 Oktober.

Israel kemudian melancarkan pemboman tanpa henti terhadap Gaza yang dikuasai Hamas dan akhir bulan lalu melancarkan invasi lapis baja ke daerah kantong tersebut.

Kepala Mossad, David Barnea, Direktur CIA, William Burns, dan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman al-Thani, mengadakan pertemuan setelah mediator Qatar bertemu dengan pejabat dari kantor politik Hamas pada Rabu malam dan membahas parameter potensial dari kesepakatan.

"Tujuan dari pertemuan trilateral ini adalah mempertemukan ketiga pihak dalam satu meja secara real time untuk mempercepat prosesnya," kata sumber itu.

Pembicaraan tersebut juga mencakup diskusi tentang izin impor bahan bakar untuk keperluan kemanusiaan ke Gaza, yang sejauh ini ditolak oleh Israel karena takut dialihkan ke Hamas untuk tujuan pertempuran.

Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters pada Rabu bahwa perundingan tersebut membahas pembebasan 10-15 sandera dengan imbalan jeda kemanusiaan selama satu hingga dua hari dalam perang yang menghancurkan Gaza.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani pada Kamis malam tiba di ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, di mana ia bertemu dengan Presiden Emirat Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, menurut pernyataan Emiri Diwan.

Sheikh Tamim didampingi oleh perdana menteri Qatar.

Pernyataan tersebut mengatakan tujuan kunjungan tersebut adalah untuk membahas situasi di Gaza. Berbeda dengan Qatar, UEA telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sejak perjanjian normalisasi yang ditengahi AS pada 2020.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.