Peluang Melemah Terbuka
Senin, 06 Nov 2023, 10:40 WIBJAKARTA - Penguatan rupiah pada akhir pekan lalu diperkirakan terbatas sehingga berpotensi berbalik melemah awal pekan ini. Investor mengantisipasi pelambatan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuadtal III-2023.
Spekulasi pasar menunjukkan perekonomian nasilnal pada kuartal III-2023 tumbuh 1,71 persen secara kuatalan atau qtq dan 5,05 persen secara tahunan arau yoy. Adapun keduanya lebih rendah dari sebelumnya.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (6/11), bergerak di kisaran 15.600-15.800 rupiah per dollar AS dengan kecemderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank pada penutupan perdagangan, Jumat (3/11), menguat sebesar 0,80 persen atau 128 poin dari sehari sebelumnya menjadi 15.727 rupiah per dollar AS.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat pekan lalu menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi sikap Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga tetap stabil dan memberi sinyal agak dovish terkait kenaikan suku bunga acuan. "Hal ini memicu peningkatan spekulasi bahwa Bank Sentral AS selesai menaikkan suku bunga acuan untuk tahun ini, dan baru mulai menurunkan suku bunga pada pertengahan 2024," ujarnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Libur Sekolah 2026: Eminence Global Rilis Paket Edukatif Seru di Puncak dan Lembang
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
Kampanye Hidup Sehat bagi Masyarakat di Ambon
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.