Manfaatkan Cadangan Air di Embung untuk Jaga Produktivitas Pertanian

Jumat, 03 Nov 2023, 00:24 WIB

Kuningan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan terus menjaga lahan pertanian di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tetap produktif dan bisa menghasilkan panen melimpah melalui pemanfaatan cadangan air pada situ atau embung untuk pengairan selama musim kemarau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah di Kuningan, Kamis, menjelaskan lahan pertanian pada Kecamatan Cibingbin tidak hanya ditanami padi, melainkan didominasi komoditas jagung yang berada di lahan seluas 280 hektar.

Ket. Foto: Cadangan air di Situ Waduk Darma Kuningan, Jawa Barat, untuk pengairan lahan pertanian, Kamis (2/11/2023). — Sumber: ANTARA/Fathnur Rohman

Menurut dia, pemanfaatan cadangan air itu dapat mencegah kerusakan pada tanaman pangan, karena suplai pengairan tetap terjaga.

"Cadangan air dimanfaatkan untuk lahan yang masih produktif. Misalnya lahan seluas 280 hektar di Cibingbin yang memproduksi jagung," katanya.

Pihaknya berusaha menjaga lahan pertanian tetap produktif, karena beberapa area mengalami gagal panen akibat terdampak kekeringan. Contohnya seperti lahan pertanian seluas 116 hektar di Kabupaten Kuningan.

Oleh karenanya, kata Wahyu, pemanfaatan cadangan air pada embung menjadi solusi untuk mencegah hal tersebut terjadi lagi. "Adanya fenomena El Nino juga berdampak pada hasil panen," ujarnya.

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan pihaknya juga melakukan kebijakan lain untuk mengendalikan harga bahan baku yang cenderung meningkat karena siklus pasar. Khususnya harga beras.

Untuk menangani gejolak harga beras di pasaran, Diskatan Kuningan menggandeng Bulog untuk melaksanakan operasi pasar murah.

Pada prakteknya, beras yang dijual sesuai harga eceran tertinggi sebesar Rp10.900 per kg disalurkan kepada pedagang di pasar yang berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

"Kami bekerjasama dengan Bulog untuk menjual beras dalam gerakan pangan murah," tuturnya.

Wahyu menambahkan situasi peningkatan harga bahan baku harus segera dikendalikan melalui kerja sama dengan semua pihak. Sehingga masyarakat bisa memperoleh bahan pangan yang harganya cukup terjangkau.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.