Jepang Mulai Pelepasan Air Limbah dari PLTN Fukushima Gelombang Ketiga

Jumat, 03 Nov 2023, 00:17 WIB

TOKYO - Jepang pada Kamis (2/11), mulai melepaskan gelombang ketiga air limbah yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima yang terkena dampak bencana tsunami. Atas tindakan tersebut, membuat Tiongkok dan Russia melarang impor makanan laut dari negara itu.

Dikutip dariThe Straits Times, Tokyo Electric Power Company (TEPCO), mengatakan, pihaknya mulai melepaskan 7.800 ton air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor yang mengalami kerusakan setelah tsunami mematikan pada 2011.

Ket. Foto: Tepco telah mulai melepaskan 7.800 ton air yang digunakan untuk mendinginkan reaktor yang mengalami kerusakan setelah tsunami mematikan pada 2011. — Sumber: istimewa

"(Pelepasan) ini diperkirakan selesai dalam waktu sekitar 17 hari," kata juru bicara Tepco.

Sejak akhir Agustus, perusahaan tersebut secara bertahap mulai membuang air limbah senilai 540 kolam renang Olimpiade yang disimpan di pembangkit listrik Fukushima Daiichi.

Fasilitas tersebut kehabisan ruang untuk membangun lebih banyak tangki air, dan Tepco perlu membersihkan area tersebut untuk melakukan tugas yang jauh lebih berbahaya yaitu menghilangkan bahan bakar radioaktif dan puing-puing dari tiga reaktor yang rusak.

Jepang berpendapat air yang dikeluarkan tidak berbahaya dan sangat encer dengan air laut. Itu juga dirilis secara bertahap selama beberapa dekade.

Badan Energi Atom Internasional atauInternational Atomic Energy Agency (IAEA) dan banyak negara maju berpihak pada Jepang.

Namun Tiongkok, yang kemudian bergabung dengan Russia, mengkritik pembuangan air limbah tersebut dan melarang semua impor makanan laut Jepang, dengan mengatakan bahwa Jepang mencemari lingkungan.

Para ahli dari IAEA dan lembaga lainnya, termasuk dari Tiongkok, telah melakukan survei terhadap dampak lingkungan dari pelepasan tersebut, termasuk dengan mengambil sampel air dan ikan.

Larangan Tiongkok ini khususnya merugikan para nelayan kerang di wilayah utara Hokkaido, sekitar 500 kilometer sebelah utara pabrik Fukushima, yang bergantung pada pabrik Tiongkok untuk mengupas kerang tersebut.

Tepco dan bisnis Jepang lainnya dibanjiri dengan panggilan telepon dari Tiongkok setelah pembuangan awal, namun kini jumlahnya dapat diabaikan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.