DKI Rutin Pantau Ketersediaan Stok Pangan Lewat TPID

Kamis, 02 Nov 2023, 12:12 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta rutin memantau ketersediaan stok pangan di seluruh wilayah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk memastikan harga tetap stabil.

"Terkait jaminan ketersediaan pangan, kita berupaya memastikan kecukupan stok dan stabilitas harga pangan melalui pemantauan secara rutin oleh TPID," kata Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartonosaat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (2/11).

Ket. Foto: Pekerja mengangkat beras saat bongkar-muat di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Rabu (4/10/2023). — Sumber: ANTARA/FAUZAN
Pemantauan ketersediaan stok pangan itu sebagai upaya pengendalian dan pemerataan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen yang bisa berdampak terhadapgizi masyarakat termasuk untuk wilayah Kepulauan Seribu.

Hasil pantauan secara rutin oleh TPID itu datanya dimutakhirkan di berbagai aplikasi seperti Sistem Informasi Ketahanan Pangan (SIKP), Informasi Pangan Jakarta (IPJ), dan Jakarta Kini (JAKI).

Selain itu, Heru menilai perlu dilakukan kajian terkait mekanisme pengendalian disparitas harga di tingkat produsen dan konsumen sebagai dasar pengaturan lebih lanjut.

Saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam tahapan proses menyusun Rencana Aksi Pangan dan Gizin Daerah (RAD-PG) yang berisikan rencana kegiatan tahun 2023-2026 dengan melibatkan pendampingan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Heru mengakui, saat ini Jakarta sedang menghadapi tantangan seperti menurunnya luas lahan pertanian dan kenaikan jumlah penduduk, sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk memastikan ketersediaan pangan seperti menggencarkan soal pertanian perkotaan (urbanfarming), pemanfaatan teknologi, kerja sama antar daerah dan kerja sama dengan pihak swasta.

Pemprov DKI Jakarta juga membangun kawasan sentra produksi pangan dengan pengembangan budidaya pangan pada tujuh ruang serta pemberian sarana produksi dan pendampingan di bidang pertanian.

"Ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan pangan dengan menyesuaikan potensi perkotaan serta keterbatasan lahan," ujar Heru.

Terkait cadangan pangan, Pemprov DKI terus berupaya demi menghadapi ketidakstabilan harga dan mengamankan pangan bagi yang memerlukan ataupun dipergunakan dalam kondisi darurat. Perhitungan jumlah kebutuhan cadangan makanan ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2023 tentang Tata Cara Penghitungan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah.

Berdasarkan peraturan tersebut, perhitungan kebutuhan cadangan beras baik itu lokal atau produksi dalam negeri dan perdagangan, DKI Jakarta pada 2023 yakni sebesar 1.215 ton.

Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta melakukan kerja sama antar daerah yang dilakukan dengan daerah produsen yang mampu memenuhi kebutuhan pangan di daerahnya, sehingga tidak menimbulkan masalah bagi daerah produsen.

Adapun kerja sama pangan yang dilakukan bersama BUMD Pangan DKI Jakarta, tidak hanya sebatas membeli, tetapi juga dilakukan kerja sama pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi dalam rangka peningkatan produksi yang berkualitas serta kepastian harga.

Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati menyebutkan kebutuhan pangan Jakarta berupa beras juga diperkirakan aman karena Jakarta memiliki 414 hektare lahan sawah yang hasilnya digunakan untuk membantu penyediaan kebutuhan pangan dari luar Ibu Kota.

"Terluas ada di Jakarta Utara 300 hektare sekian, sisanya ada di Jakarta Barat dan Timur," kata Suharini.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.