RI Sangat Concern Awasi Produk yang Mengandung Merkuri dan Keberadaan Merkuri di Lingkungan
Selasa, 31 Okt 2023, 16:30 WIBJENEWA - Dalam pertemuan Conference of the Parties ke-5 (COP-5) Konvensi Minamata dibuka Senin (30/10) waktuJenewa, Swiss, Indonesia menegaskan pihaknya sangat concern pada sejumlah produk yang mengandung merkuri dan keberadaan merkuri di lingkungan.
Penegasan tersebut dikemukakan pimpinan delegasi yakni Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati sebagai head of delegation. Adapun anggota Delegasi RI lainnya terdiri dari perwakilan Kementerian Luar Negeri, PTRI Jenewa, Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPOM, dan BRIN.
Menurut siaran persnya, adapun sejumlah produk yang mengandung merkuri dan keberadaan merkuri di lingkungan, antara lainlampu, dental amalgam, kosmetik, pertambangan emas skala kecil (PESK), emisi dan lepasan merkuri, ambang batas limbah merkuri, perdagangan merkuri.
Dalam intervensinya, Dirjen Rosa menyampaikan dukungannya untuk melakukan penghapusan pada dental amalgam dengan waktu phase out pada tahun 2025. Hal ini mendorong negara pihak lain yang masih mengggunakan dental amalgam untuk segera melakukan penghapusannya.
Selain itu, Indonesia juga mendukung pengaturan terhadap isu-isu tersebut di atas untuk dapat dilaksanakan pada level nasional. Dalam pelaksanaannya terkait isu tersebut di atas KLHK sebagai focal point bekerja sama dengan K/L terkait, yaitu Kementerian Perindustrian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk mengontrol peredaran produk-produk yang mengandung merkuri dan telah memiliki peta jalan untuk penghapusannya.
Terkait dengan PESK, Indonesia telah memiliki Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN PPM) untuk pelarangan penggunaan merkuri pada sektor PESK pada tahun 2025. Sedangkan untuk amalgam gigi, Indonesia telah lama menghapus penggunaan merkuri sebagai amalgam gigi. Terkait hal ini Indonesia telah menyusun program untuk mengganti penggunaan merkuri dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.
Hal ini menunjukkan komitmen besar pemerintah Indonesia terhadap Konvensi Minamata untuk mewujudkan Indonesia bebas dari merkuri dan membuat merkuri sebagai sejarah masa lalu atau make mercury history.
Pertemuan Conference of the Parties ke-5 (COP-5) Konvensi Minamata akan berlangsung selama 5 hari hingga 3 November 2023 yang dipimpin oleh Claudia Dumitru dari Rumania sebagai Presiden.Pertemuan COP-5 Konvensi Minamata ini sekaligus memperingati 10 tahun diadopsinya konvensi ini dan dihadiri 147 negara anggota.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Islandia Bidik Jadi Anggota UE, Referendum Digelar Agustus 2026
-
Kakorlantas Ucapkan Belasungkawa bagi Personel Gugur saat Operasi Ketupat 2026
-
Dukung Keberlanjutan, Maybank Indonesia Fokus Edukasi Lingkungan yang Berdampak
-
Dinilai Mengancam Mata Pencaharian, Pedagang Kecil se-Jakarta Konsolidasi Tolak Ranperda KTR
-
Tembus Rekor MURI, Khofifah Bangga Siswa Double Track Jatim Bentuk 1.600 Kelompok Usaha Siswa di Tahun 2025
-
Aksi Ibu Rawat Bumi, Seribu Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Bencana Gunungkidul
-
Perkuat Pertahanan Arktik, Pasukan Denmark Bertolak ke Greenland
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.