“Pax Romana', Masa Damai Kekaisaran Romawi Selama 200 Tahun
Jumat, 27 Okt 2023, 06:10 WIBSelama kurun waktu 200 tahun, Romawi mengalami masa damai dalam sejarahnya dan menjadi era emas imperialisme. Selama masa ini, luas wilayahnya dan jumlah populasinya mengalami peningkatan.
Perdamaian Romawi atau Pax Romana adalah periode yang relatif damai dan stabil di seluruh Kekaisaran Romawi. Waktunya berlangsung selama lebih dari 200 tahun, dimulai pada masa pemerintahan Kaisar Augustus dari 27 sebelum masehi (SM) hingga 14 Masehi.
Tujuan Kaisar Augustus dan penerusnya adalah untuk menjamin hukum, ketertiban, dan keamanan di dalam kekaisaran. Hal ini berarti memisahkannya dari seluruh dunia dan mempertahankan, atau bahkan memperluas perbatasannya melalui intervensi dan penaklukan militer.
Sebelumnya sepanjang keberadaan Republik dan Kekaisaran Romawi, perbatasan Romawi terus meluas. Selain penaklukan teritorial awal setelah Perang Punisia, kekaisaran ini menambah luas daratan di Balkan, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Kemudian, mereka bergerak ke barat menuju Gaul, Spanyol, dan ke utara menuju Jerman dan Inggris.
Melalui kemenangan Kaisar Augustus, Claudius, dan Marcus Aurelius, Romawi menjadi salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada. Wilayahnya lebih besar dari Persia, Asyur, dan bahkan hampir menyamai wilayah kekuasaan Alexander Agung dari Makedonia.
Namun, wilayah yang luas menyebabkan banyak kesulitan, banyak di antaranya yang merugikan seperti kerusuhan dan pemberontakan yang merajalela. Solusi terhadap banyak masalah ini terjadi di bawah kepemimpinan Kaisar Augustus yang cerdik yang disebut Pax Romana atau Perdamaian Romawi.
Kematian diktator seumur hidup Julius Caesar pada Maret 44 SM membawa kekacauan di Republik. Upaya menghidupkan kembali tiga serangkai lama akhirnya gagal. Oktavianus, anak angkat kaisar, memburu pembunuh ayahnya dan mengalahkan penggugat takhta lainnya (Mark Antony dan Marcus Aemilius Lepidus), lalu mengamankan kepemimpinan Romawi dan lahirlah sebuah kerajaan.
Augustus, demikian sebutannya, lalu mengantarkan era kemakmuran dan stabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kekacauan yang menjadi hal biasa pada tahun-tahun sebelumnya, tidak pernah muncul semenjak ia berkuasa.
Senat Romawi memberi Augustus kekuasaan yang hampir tidak terbatas. Kekuatan ini membawa reformasi baik di kota maupun provinsi. Senat pun memberinya dan penerusnya kekuasaan tertentu seumur hidup yaitu imperium maius, wewenang ekstrim atas gubernur provinsi, dan tribunicia potestas atau tribun dari plebs, wewenang untuk mengadakan majelis rakyat untuk membuat undang-undang.
Dengan kekuasaan baru ini, dia dapat memveto tindakan para hakim, dan untuk mengendalikan orang-orang di sekitarnya, dia mengendalikan patronase kekaisaran. Pemerintahannya akan membawa perdamaian dan keamanan bagi politik dan perdagangan sesuatu yang sudah lama diinginkan oleh banyak orang Romawi, baik di kota maupun di provinsi.
Selama Augustan Peace atau Perdamaian Augustan ini, terjadi masa-masa damai yang relatif tenang. Rentang waktunya masa damai berlangsung selama hampir dua ratus tahun, penduduk Romawi mencapai meningkat hingga mencapai 70 juta jiwa.
Konsep Kesetiaan
Meskipun Romawi yang diwarisi Augustus sangat luas, ia memilih untuk secara agresif menambahkan lebih banyak wilayah dengan ekspansi dan penaklukan ke segala arah, terutama ke arah barat dan sepanjang Sungai Rhine. Demikian pula provinsi-provinsi baru ini, serta provinsi-provinsi yang telah diambil alih pada masa Republik, dipaksa untuk menegaskan kesetiaan mereka kepada Romawi dan mengakui otoritasnya.
Augustus pulang dari Spanyol dan Gaul sebagai pahlawan. Untuk melambangkan keberhasilan ini, Senat pada Juli tahun 13 SM menugaskan pendirian Ara Pacis Augustus atau Altar Perdamaian Augustan di Kampus Martius yang kemudian disebut sebagai tampilan seni Augustan yang paling utama.
Diresmikan pada 1 Januari 9 SM, Ara Pacis Augustus berisi pahatan relief, mural religius yang menggambarkan keluarga kekaisaran, dan dekorasi dinding yang menggambarkan berbagai nilai Romawi ketika itu yaitu perdamaian, harmoni, tugas, kesopanan, dan kekayaan, concordia, pietas, humanitas, dan copia.
Bagi banyak orang di Romawi dan sekitarnya, kaisar baru ini tampak seperti seorang manajer mikro yang sepenuhnya memanfaatkan semua kekuasaan yang telah diberikan kepadanya. Karena tidak mempercayai independensi gubernur atau prokonsul provinsi, ia melakukan perjalanan ke kekaisaran secara ekstensif dan bersamanya berangkatlah pasukan profesional baru sebanyak 23 legiun.
Untuk menjaga kesetiaan mereka, dia membayar mereka dengan baik-baik dalam bentuk uang maupun tanah. Konsep ini kemudian diikuti oleh para penerusnya. Setiap dari mereka harus bersumpah untuk mendukung dan melindungi kaisar.
Kesetiaan dan bertambahnya jumlah tentara, pemberontakan seperti yang terjadi di Gaul atau di sepanjang perbatasan utara, dengan mudah dipadamkan. Untuk melindungi dirinya sendiri dan mencegah Ides of March miliknya sendiri, Augustus membentuk pengawalnya sendiri yaitu Pengawal Praetorian.
Kekaisaran yang terus tumbuh dan pasukan yang bertambah banyak berdampak pada terbatasnya perbendaharaan kekaisaran. Untuk mengatasi masalah ini, Augustus memerintahkan dilakukannya sensus sumber daya secara menyeluruh di seluruh provinsi dan juga di kalangan warganya, sehingga menciptakan kerangka penilaian untuk mengenakan pajak.
Tujuannya bukan hanya untuk menjaga ketertiban internal tetapi juga untuk mengekstraksi sumber daya melalui perpajakan meskipun tuntutan ini sering kali dibuat berdasarkan sumber daya yang terbatas. Untuk melindungi pendapatan pajak dari kemungkinan gubernur yang tidak bermoral, Augustus memusatkan perbendaharaan di Capitol di Roma.
Meskipun kadang-kadang terjadi protes, banyak yang percaya bahwa pengawasan ketatnya terhadap kota dan provinsi dapat dibenarkan. Meskipun beberapa orang terutama budak dan orang merdeka yang menggarap lahan tidak dilibatkan dalam partisipasi politik apa pun, kekaisaran tetap relatif bebas dari campur tangan politik, dan konflik sipil.
Di lautan ia membersihkan kawasan itu dari aktivitas bajak laut. Dengan cara ini memungkinkan memperluas perdagangan. Jalan-jalan baru lebih dari lima puluh ribu mil membuat komunikasi lebih mudah.
Salah satu tempat yang paling diuntungkan dari Pax Romana adalah kota Roma itu sendiri. Di antara banyak reformasi yang dilakukannya, Augustus memberikan perlindungan terhadap kemungkinan kebakaran, kelaparan, dan banjir. Dia pun mengawasi pasokan biji-bijian, air, dan jalan kota yang merupakan fungsi dari aediles. Kepolisian kota diperbesar untuk memadamkan kerusuhan dan kejahatan di kota. Ia melakukan upaya untuk memulihkan nilai-nilai moral tradisional seperti membangun kembali kuil-kuil yang rusak.
Meskipun Senat masih berfungsi hanya sebagai badan penasihat, ia mengurangi jumlahnya dan meskipun majelis rakyat menyetujui reformasinya, namun segera menjadi usang, karena Augustus adalah undang-undangnya. hay/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Tertekan di Madrid, Xabi Alonso Melatih Liverpool
-
Ngeri! Perusahaan Orang Terkaya Dunia Siap Guyur Investasi ke Indonesia
-
Harga Pupuk Turun 20 Persen, Prabowo: Ini Pertama Kali dalam Sejarah Bangsa Indonesia
-
Inter Milan Masih di Puncak Klasemen walau Main Imbang dengan Napoli 2-2
-
Sejarah Hari Pahlawan Nasional: Dari Pertempuran Surabaya Hingga Simbol Semangat Kebangsaan
-
Pemkot Surabaya Hentikan Layanan Kependudukan bagi Ayah yang Terlantarkan Anak dan Hak Mantan Istri
-
Mengenang 100 Jam Penataran P4 Pancasila
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.