Kanada Tuding Bot Tiongkok Targetkan PM Trudeau dan Pejabat Lain

Selasa, 24 Okt 2023, 11:51 WIB

OTTAWA - Kanada mengatakan telah mendeteksi kampanye disinformasi yang mungkin terkait dengan Tiongkok dan menargetkan puluhan politisi Kanada, termasuk Perdana Menteri Justin Trudeau.

Menurut laporan BBC, kampanye "spamouflage" menggunakan gelombang postingan online untuk mendiskreditkan anggota parlemen Kanada, kata Kementerian Luar Negeri Kanada.

Ket. Foto: Perdana Menteri Justin Trudeau dalam sesi tanya jawab di House of Commons pada 27 September 2023. — Sumber: THE CANADIAN PRESS/SEAN KILPATRICK

Kampanye tersebut dilakukan untuk membungkam kritik terhadap Beijing. Tiongkok sebelumnya membantah tuduhan campur tangan dalam urusan Kanada.

Global Affairs Canada mengatakan, Mekanisme Respon Cepat yang dibentuk untuk memantau upaya disinformasi yang disponsori negara asing pada bulan Agustus mendeteksi kampanye "spamouflage" yang terkait dengan Beijing.

Kampanye tersebut menampilkan jaringan bot yang "meninggalkan ribuan komentar" dalam dua bahasa resmi Kanada, Inggris dan Prancis, di akun media sosial beberapa politisi Kanada.

Komentar-komentar tersebut mengklaim bahwa seorang kritikus Partai Komunis Tiongkok di Kanada telah menuduh berbagai politisi melakukan pelanggaran kriminal dan etika.

"Kampanye Spamouflage juga mencakup penggunaan video yang kemungkinan besar 'palsu', yang dimodifikasi secara digital oleh kecerdasan buatan, yang menargetkan individu," kata Global Affairs Canada.

Tuduhan tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian klaim yang keluar dari badan intelijen dan pejabat Kanada yang menuduh Beijing ikut campur dalam pemilu Kanada.

Kampanye "spamouflage" adalah kampanye yang menggunakan jaringan akun media sosial baru atau yang dibajak untuk mengirimkan pesan propaganda di berbagai platform, seperti Facebook, X/Twitter, Instagram, YouTube, Medium, Reddit, TikTok, dan LinkedIn.

Para pejabat mengatakan akun-akun yang sama juga terlibat dalam penyebaran disinformasi tentang kebakaran hutan di Hawaii pada Agustus lalu, yang secara keliru menyatakan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh "senjata cuaca" rahasia militer AS.

Selain PM Trudeau, kampanye tersebut juga menargetkan pemimpin oposisi Konservatif Pierre Polievre dan beberapa anggota kabinet Trudeau, kata para pejabat.

Global Affairs Canada mengatakan pihaknya telah memberi tahu platform media sosial yang terkena dampak mengenai postingan tersebut, "yang mengakibatkan sebagian besar aktivitas dan jaringan tersebut dihapus".

Departemen tersebut mengatakan pihaknya juga telah memperingatkan para politisi yang terkena dampak dan memberi mereka nasihat tentang bagaimana melindungi diri dan bagaimana melaporkan "kecurigaan adanya aktivitas campur tangan asing".

Jaringan bot di balik kampanye ini dapat dikaitkan dengan jaringan Spamouflage yang lebih besar dan terkenal yang telah dilaporkan secara publik di masa lalu oleh raksasa teknologi seperti Meta dan Microsoft, kata para pejabat.

Jaringan ini juga telah dipelajari oleh Australian Strategic Policy Institute, sebuah lembaga pemikir non-partisan yang berbasis di Canberra, yang membantu Kanada membuat penilaiannya sendiri.

Sebelumnya pada bulan September, Kanada meluncurkan penyelidikan yang bertugas menyelidiki campur tangan Tiongkok, Rusia, dan aktor-aktor lain dalam pemilu mereka.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.