Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Cegah Pernikahan Dini, Pemerintah Sulbar Tambah Materi Kependudukan di Sekolah

28 Minggu, 22 Okt 2023, 07:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Pernikahan Dini, Pemerintah Sulbar Tambah Materi Kependudukan di Sekolah Cegah Pernikahan Dini, Pemerintah Sulbar Tambah Materi Kependudukan di Sekolah Doc: ANTARA/M Faisal Hanapi
Ket. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melaksanakan sosialisasi kesehatan produksi dan pencegahan kekerasan seksual di Mamuju, Sabtu (21/10/2023).

Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menambah materi kependudukan dan kesehatan reproduksi di sekolah untuk mencegah kekerasan seksual dan pernikahan dini.

SekretarisDinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sulbar, Muhammad Ihwan di Mamuju, Sabtu mengatakan, Pemerintah Sulbar menghadapi masalah kependudukan akibat tingginya angka pernikahan dini yang mencapai 11,7 persen dan kekerasan seksual yang terjadidi sekolah.

Oleh karena itu, menurut dia, PemerintahSulbar melaksanakan program implementasi pendidikan kependudukan jalur formal dan informal pada sekolah SMA dan Madrasah Aliyah (MA) melalui program sekolah siaga kependudukan (SSK) dan pojok kependudukan (PJK).

Ia menyampaikan, SSK merupakan sistem sekolah yang mengintegrasikan materi pendidikan kependudukan dan keluarga berencana, ke dalam beberapa mata pelajaran yang relevan tanpa menambah jam pelajaran dan bukan mata pelajaran baru.

"Pada program itu dilakukan penambahan materi pelajaran seperti pada pada mata pelajaran Biologi ditambahkan materi kesehatan reproduksi, dan materi pencegahan perkawinan anak ditambahkan pada mata pelajaran pendidikan agama, serta materi bonus demografi pada mata pelajaran geografi," katanya.,

Ia berharap pada mata pelajaran tambahan tersebut dapat memberikan edukasi bagi siswa untuk dapat menghindari pelecehan seksual dan kekerasan seksual.

"Pada materi pelajaran itu anak sekolah diajarkan untuk menghindari menyentuh bagian tubuh yang dapat memicu terjadinya kekerasan seksual," katanya.

Selain itu, siswa juga diajarkan tentang pentingnya menempuh pendidikan untuk masa depan agar terhindar dari pernikahan dini.

Ia berharap dengan program tersebut angka pernikahan dini dan kekerasan seksual yang menjadi masalah pembangunan dapat ditekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Ajak Ge...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.