Perkuat Kinerja, Kemenkes Ajak Hilangkan Ego Sektoral Demi Tingkatkan Pelayanan KB
Jumat, 20 Okt 2023, 01:04 WIBJakarta - Perkuat kinerja, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia mengajaksetiap kementerian dan lembaga yang terlibat dalam pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB) agar mengesampingkan ego sektoral demi meningkatkan cakupan pelayanan dan angka kepesertaan.
"Kita perlu memperkuat koordinasi dan sinergi antara pembuat kebijakan, pelaksana kebijakan, dan petugas di lapangan, hilangkan ego sektoral karena tujuan kita itu sama, yaitu memperkuat dan meningkatkan cakupan pelayanan KB, baik dari segi akses maupun kualitas," kata Ketua Tim Kerja Kesehatan Reproduksi Direktorat Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kemenkes Wira Hartiti di Jakarta, Kamis.
Ia mengingatkan bahwa petugas kesehatan di lapangan memiliki peran sebagai pemberi layanan KB.
Sedangkan, Petugas Lapangan KB (PLKB) dan Penyuluh KB (PKB) berperan sebagai penggerak dan penarik masyarakat untuk mau menjadi peserta KB
Oleh karena itu kedua elemen tersebut harus bisa bergerak bersama dan beriringan.
Wira mencontohkan dalam beberapa kasus tidak terjadi koordinasi maupun sinergi antara petugas lapangan dengan petugas pengadaan alat dan obat kontrasepsi (alokon) yang berakibat pada terbatasnya variasi alokon yang dapat ditawarkan kepada masyarakat.
"Karena tidak semua orang punya inisiatif, lalu tidak tergerak juga untuk bertanya kepada petugas lapangan terkait hasil surveilangsung, jadinya penyediaan alokon itu sama terus dari tahun ke tahun karena hanya berdasarkan capaian pengguna terbanyak tahun sebelumnya," ujarnya.
Keterbatasan variasi alokon yang ditawarkan berakibat pada dua kondisi, yakni stagnasi jumlah peserta KB karena masyarakat tidak menemukan alokon yang sesuai kebutuhan atau jumlah peserta KB lepas-pakai (dropout) menjadi bertambah karena alokon yang tersedia umumnya hanya pil dan suntik.
Pasalnya, pemasangan alokon KB dalam bentuk pil dan suntik bersifat jangka pendek, sehingga tidak jarang peserta KB lupa atau malas untuk melakukan pelayanan lanjutan dan berujung lepas pakai.
Untuk itu, ia berharap adanya sistem kerja yang mengedepankan sinergi, koordinasi, dan komitmen untuk meningkatkan cakupan pelayanan KB di antara setiap unit kerja yang terlibat.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dua Negara Ajukan Impor Urea, Mentan Sebut Indonesia Produsen Global Strategis
-
Menbud Serukan Agar Semua Pihak Jaga Cagar Budaya
-
Tingkatkan Kualitas Tata Pelayanan Publik
-
Momen Tak Terlupakan Diaspora: Warga Indonesia di Tokyo Dapat Tanda Tangan Presiden Prabowo
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
-
Dukcapil DKI Jakarta Sabet Penghargaan Nasional, Rekor Perekaman E-KTP Tembus 100 Persen
-
LG Hadirkan Varian Mesin Cuci AI Dengan Kapasitas Besar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.