Kota di Kroasia Segera Produksi Hidrogen dari Sampah
Minggu, 15 Okt 2023, 09:12 WIBPemerintah lokal di Vinkovci, sebuah kota yang terletak di bagian timur Kroasia, berencana untuk memproduksi hidrogen dari sampah, dan menggunakannya untuk transportasi umum dan pemanas.
Josip Romi?, wakil walikota Vinkovci, mengatakan bahwa kota ini telah menyiapkan studi pra-kelayakan untuk proyek yang disebut +ZEMC (Zero Emission Mobility Corridor) H2, dengan perkiraan nilai proyek sebesar EUR 48 juta, menurut sebuah laporan dari Index.hr.
"Vinkovci sedang dalam perjalanan untuk memulai diskusi tentang semua manfaat teknologi hidrogen," kata Romi?, dikutip dari Balkan Green Energy News, Minggu (8/10).
"Produksi hidrogen akan memecahkan masalah limbah yang tidak didaur ulang," lanjutnya.
Romi? menambahkan, manfaatnya adalah solusi untuk pembuangan limbah dan penggunaan hidrogen untuk pengembangan transportasi umum dan untuk pemanasan. Menurut dia, langkah ini tentu saja bermanfaat untuk memungkinkan kota menurunkan tagihan warga.
Ia juga menekankan bahwa produksi hidrogen dari sampah secara bersamaan memecahkan masalah penumpukan sampah yang tidak didaur ulang dan menyediakan bahan bakar murah yang ramah lingkungan.
Saat ini, menurut Romi?, penggunaan hidrogen dalam pasokan energi di Uni Eropa berada pada tingkat yang sangat rendah, tetapi Brussels memiliki rencana yang ambisius. Kota Vinkovci, menurutnya, berniat untuk mengambil kesempatan dan menjadi pemimpin penggunaan hidrogen di Kroasia.
Kota ini berencana untuk bergabung dengan Lembah Hidrogen Adriatik Utara, sebuah proyek lintas batas yang bertujuan untuk menciptakan pasar hidrogen di Kroasia, Italia, dan Slovenia.
Proyek ini diluncurkan pada tanggal 1 September, dan diperkirakan akan berlangsung selama enam tahun. Rencananya, proyek ini akan mengembangkan 17 proyek percontohan dan memproduksi lebih dari 5.000 ton hidrogen terbarukan per tahun.
Sebagai catatan, hidrogen menyumbang 2 persen dari konsumsi energi Uni Eropa. Hidrogen diproduksi 95 persen dari bahan bakar fosil, terutama gas alam.
Analisis menunjukkan bahwa pada tahun 2050, hidrogen yang diproduksi dari sumber energi terbarukan dapat memenuhi 20-50 persen kebutuhan energi lalu lintas dan 5-20 persen konsumsi industri.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
PVMBG: Waspada Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet
-
Proyek Jumbo! Reaktivasi dan Pembangunan 14.000 Km Jalur KA Digeber
-
Meta Gunakan AI untuk Verifikasi Usia di Medsos, Akun Anak di Bawah 13 Tahun Bakal Dihapus
-
Gelar ITSF 2026, Telkom Dorong Kedaulatan Teknologi Nasional
-
Liga Inggris: Tottenham Hotspur Gagal Menjauh dari Zona Degradasi Usai Ditahan Imbang 1-1 Leeds United
-
Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025
-
Western Australia Jadi Destinasi Ideal untuk Recharge Energi di Bulan Mei
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.