• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Alexander Agung, Raja Besa...

Alexander Agung, Raja Besar Penyebar Budaya Helenistik

Jumat, 13 Okt 2023, 06:25 WIB

Raja-raja awal Makedonia sebelum Alexander I bersifat semi-sejarah. Hanya sedikit yang dapat diketahui tentang masa pemerintahan mereka. Ayah Alexander I, Amyntas I (memerintah 547-498 SM), adalah raja Makedonia pertama yang tercatat membuat perjanjian dan perjanjian dengan negara lain.

Di bawah pemerintahan Amyntas I, Makedonia menjadi negara bawahan Kekaisaran Persia pada sekitar tahun 511 sebelum masehi (SM). Alexander I melanjutkan kebijakan ayahnya dan penggantinya, Perdiccas II (memerintah 454-413 SM), memperluas kebijakan tersebut dan mengeksploitasi setiap perjanjian yang dibuatnya untuk mendapatkan keuntungan penuh.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/ Robert ATANASOVSKI

Pada 368 SM, Makedonia berada di bawah kekuasaan Philip II dan anaknya Alexander III. Keduanya berkuasa setelah mengalahkan kekuatan gabungan Athena dan Thebes pada Pertempuran Chaeronea. Mereka kemudian membentuk Kongres Pan-Hellenic dengan dirinya sebagai ketuanya.

Philip II secara efektif telah menaklukkan negara-negara kota Yunani dan membawa mereka ke bawah kendali Makedonia. Kerajaan ini menjadi sangat kuat dan bersatu dan memperoleh kekayaan melalui negosiasi perdagangan baru dan upeti dari selatan.

Ketika Philip II dibunuh pada tahun 336 SM karena alasan yang tidak jelas, takhta jatuh ke tangan Alexander III atau Alexander Agung yang akan memanfaatkan sumber daya yang diwariskan ayahnya.

Sebelum meninggal, Philip II telah merencanakan kampanye militer melawan Persia yang saat itu merupakan kekaisaran paling kuat di dunia. Alexander segera memperbarui rencana tersebut. Pada 334 SM ia menyeberang dari Yunani ke Asia Kecil dengan kekuatan 32.000 infanteri dan 5.100 kavaleri dan merebut Kota Baalbek.

Pada 333 SM ia dengan cakap mengalahkan pasukan Darius Agung pada Pertempuran Issos namun gagal menangkapnya. Mereka merebut Suriah pada 332 SM dan Mesir pada 331 SM. Karena ia mewarisi pasukan yang kuat dan perbendaharaan penuh, Alexander tidak perlu bersekutu dengan kekuatan lain dan bebas melakukan apa pun yang diinginkannya kapan pun ia mau dan sesuai keinginannya.

Salah satu tujuan penaklukannya, jika bukan tujuan utamanya, adalah penyatuan dan percampuran budaya sehingga ia menyebarkan pemikiran, bahasa, dan budaya Helenistik ke mana pun ia pergi sembari mencatat budaya dan wilayah di wilayah yang ditaklukkan.

Budaya Helenistik sendiri adalah gabungan antara kebudayaan Yunani Kuno, Asia Kecil, Syiria, Mesopotamia, dan Mesir. Kebudayaan ini berkembang di sekitar semenanjung Balkan, setelah penaklukan yang dilakukan oleh di bawah Filipus II pada 352 SM.

Periode kebudayaan Hellenistik juga disebut sebagai masa transisi atau masa kemunduran antara zaman klasik dan kebangkitan Kekaisaran Romawi. Periode kebudayaan ini dicirikan dengan adanya koloni di Asia dan Afrika, yang didirikan oleh kota dan kerajaan Yunani. hay/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Hati-hati! Obesitas Bukan Cuma Soal Penampilan, Ini Masalah Kesehatan Serius!

Rusak 10 Tahun, Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979,6 Juta.

Khofifah: Pasar Murah Jadi Strategi Jaga Inflasi dan Dekatkan Pangan ke Masyarakat.

Wamenlu Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Hanya dengan Cuitan atau Kapal Induk.

Gempa M7,7 Guncang NTT, Kodam IX/Udayana Bantu Evakuasi Warga Terdampak.

Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis

Momen Spesial, 118 Pendaki dari Berbagai Daerah akan Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Puluhan Wisatawan Asing di Pulau Padar Viewpoint Terekam Panik saat Gempa NTT Mengguncang

Gubernur NTT: Korban Meninggal Akibat Gempa M7,7 di Flores Bertambah

Pascagempa M7,7 di NTT, Kepala BNPB dan Menko PMK Segera ke Wilayah Terdampak

Menteri Pertahanan Jepang Kunjungi Kuil Yasukuni, PM Takaichi Tak Hadir

Sabtu, SIM Keliling Tetap Buka Layanan, Cek Jadwal dan Lokasinya!

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Jual Rp2.675.000 per Gram, Buyback Rp2.525.000 per Gram

Liga Inggris: Era Guardiola Berakhir, Maresca Dituntut Jaga Dominasi Manchester City

Gempa M7,7 di NTT Akibat Sesar Naik Busur Belakang Flores

Jepang Buka Peluang Kerja Sama Baru dengan Indonesia dalam Tiga Bidang

Netflix Batal Garap Serial Squid Game versi Amerika, Apa Penyebabnya?

Trump Berlakukan Tarif hingga 100 Persen untuk Drone Impor

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

BMKG NTT Tegaskan Isu Gempa Besar 15 Agustus 2026 Tidak Benar, Jangan Panik!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.