Potensi Ekonomi Biru Harus Dimanfaatkan secara Berkelanjutan

Kamis, 12 Okt 2023, 00:02 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam keterangan persnya usai mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Negara Pulau dan Kepulauan (Archipelagic and Island States/ KTT AIS Forum) mengatakan potensi ekonomi biru harus dimanfaatkan secara berkelanjutan agar bisa menjadi pilar pertumbuhan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Potensi ekonomi biru sangat besar di negara kita, juga di negara-negara pulau dan kepulauan," kata Presiden di Nusa Dua, Bali, Rabu (11/10).

Ket. Foto: JOKO WIDODO Presiden RI - Negara berkembang dan negara kepulauan memiliki hak yang sama untuk menjadi maju, memiliki hak yang sama untuk melakukan pembanguna. — Sumber: ISTIMEWA

Kerja sama di sektor ekonomi biru, kata Jokowi, harus digerakkan berdasarkan prinsip bahwa laut adalah sumber kehidupan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Dari perbincangan dengan banyak pemimpin negara AIS, Presiden Jokowi mengatakan bahwa semuanya sepakat kerja sama melalui mekanisme forum tersebut harus dijalankan dengan prinsip kesetaraan, solidaritas, dan inklusivitas.

"Negara berkembang dan negara kepulauan memiliki hak yang sama untuk menjadi maju, memiliki hak yang sama untuk melakukan pembangunan," jelas Presiden.

Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempromosikan lima kebijakan pokok terkait ekonomi biru selama KTT AIS Forum 2023. Kebijakan itu mencakup perluasan kawasan konservasi agar bisa menangkap lebih banyak karbon, penangkapan ikan secara terukur, pengembangan perikanan budi daya yang berkelanjutan, pengawasan terhadap pulau-pulau kecil dan pesisir, serta pembersihan sampah plastik di laut dengan mengikutsertakan partisipasi nelayan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf Manoppo, mengatakan delegasi yang hadir dalam pertemuan ke-5 tingkat menteri AIS Forum memiliki ketertarikan menerapkan program ekonomi biru yang diinisiasi Indonesia.

"Semua (tertarik). Oleh karena itu, kita ajak (menerapkan ekonomi biru), tinggal mereka laksanakan di negara masing-masing, tapi dengan keterbatasan dan kelebihan masing-masing," kata Victor, yang mewakili Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono, yang berhalangan hadir dalam pertemuan itu.

Belum Optimal

Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 70 persen wilayahnya berupa lautan dan 30 persen daratan, sudah sepantasnya memanfaatkan potensi sumber daya kelautan yang luar biasa.

"Itu yang selama ini tidak dimanfaatkan secara optimal," kata Suhartoko.

Dalam memanfaatkannya sebaiknya sesuai dengan konsep ekonomi biru, karena merupakan rancangan optimalisasi sumber daya air yang bertujuan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai kegiatan yang inovatif dan kreatif dengan menjamin usaha dan kelestarian lingkungan.

Dengan konsep ekonomi biru, efisiensi akan tercapai karena limbah produksi dapat diolah dan hasilnya digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. "Ekonomi biru berpotensi menciptakan jenis usaha baru, menyerap tenaga lebih banyak dan tentu saja menjaga lingkungan," katanya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.