- Home
-
- Megapolitan
-
- Bappenas Berencana Kembang...
Bappenas Berencana Kembangkan Jakarta Jadi Bagian Aglomerasi Tiga Provinsi
Kamis, 12 Okt 2023, 16:52 WIBJAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) berencana mengembangkan Jakarta menjadi bagian dari aglomerasi megalopolis tiga provinsi yakni Banten-Jakarta-Jawa Barat.
"Aglomerasi ketiga provinsi itu akan mencatatkan 100 juta penduduk pada 2045 dan menjadi salah satu aglomerasi terbesar di dunia," kata Direktur Regional I Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris dalam siniar Kopi Sedap BPKD DKI Jakarta, di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, masuknya Jakarta sebagai bagian dari megalopolis tersebut memastikan Jakarta tetap akan punya peran setelah Ibu Kota Negara berpindah ke IKN Nusantara di Kalimantan Timur, katanya.
Pengembangan Jakarta sebagai pusat ekonomi juga selaras dengan yang direncanakan dalam Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ)
Ia menjelaskan, aglomerasi tersebut direncanakan terdiri dari beberapa kawasan fungsional, di antaranya megapolitan Jakarta-Bandung, kawasan industri Cilegon-Serang-Tangerang, kawasan agrikultur Citanduy di Jawa Barat dan kawasan lainnya di tiga provinsi itu.
Kawasan fungsional yang menyokong daerah megalopolis itu harus unggul di tingkat global dan maju secara inovasi, inklusif secara sosial dan budaya, terintegrasi antarwilayah dan berkelanjutan.
Abdul Malik mengatakan, pengembangan kawasan megapolitan Jakarta-Bandung sebagai bagian dari megalopolis tersebut sudah tercakup dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2035.
Selain mengembangkan konektivitas antara Jakarta dan Bandung yang telah terhubung dengan sistem kereta cepat, penguatan infrastruktur perkotaan, pengembangan kualitas pusat-pusat pendidikan tinggi dan pengembangan pariwisata juga penting bagi mewujudkan megapolitan Jakarta-Bandung sebagai kawasan global.
Meski demikian, Abdul Malik mengatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa peran Jakarta sebagai lokomotif ekonomi secara lokal akan sulit digantikan, karena saat ini 70 persen produk domestik regional bruto (PDRB) di daerah aglomerasi ditopang Jakarta.
Sementara itu, PDRB Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor yang berada di posisi kedua dan ketiga di daerah aglomerasi hanya sebesar delapan dan enam persen.
"Pemerintah pusat masih harus banyak berinvestasi menyokong pemerintah daerah yang kemampuan fiskalnya perlu banyak ditolong," ucapnya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Waspada! CS Palsu Orderkuota Muncul di Google dan AI Overview, Pengguna Diminta Jangan Berikan OTP
-
Tiga Desainer Tampilkan Quiet Defiance di JF3 Fashion Festival 2026
-
Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi
-
Gol Injury Time Gabriel Martinelli Antar Brasil Singkirkan Jepang dan Lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Menlu Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani akan Hadiri Pemakaman Ayatulah Ali Khamenei
-
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tembus 5,21 Persen, Benarkah Daya Beli Warga Ikut Menguat?
-
Ketua Harian Dekranas: Perlindungan Anak di Era Digital Tak Cukup Hanya Andalkan Orang Tua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.