Dijanjikan Kerja di Kasino, Warga Malaysia dan Taiwan Disekap dan Diperas di Peru

Selasa, 10 Okt 2023, 08:40 WIB

LIMA - Polisi Peru menyelamatkan 44 orang asal Asia yang ditangkap organisasi kriminal Taiwan yang menggunakan mereka untuk melakukan pemerasan di negara Amerika Selatan tersebut, kata para pejabat di Lima, Senin (9/10).

Warga negara asing tersebut dipaksa menelepon perusahaan-perusahaan di Malaysia dan Taiwan untuk meminta uang sambil menyamar sebagai polisi atau pejabat kehakiman, kata Jenderal Carlos Malaver, kepala unit investigasi penyelundupan manusia di kepolisian kepada AFP.

Ket. Foto: Gambar yang dirilis pada 9 Oktober 2023 oleh Kementerian Dalam Negeri Peru ini menunjukkan beberapa dari 44 migran Asia yang diselamatkan oleh polisi dalam penggerebekan antara tanggal 7 dan 8 Oktober di Lima. — Sumber: AFP

Dari orang-orang yang diselamatkan dalam operasi yang dilakukan di pinggiran kota Lima pada akhir pekan, 43 orang berasal dari Malaysia dan satu orang dari Taiwan, katanya.Mereka bekerja hanya pada malam hari dan hidup dalam kondisi sempit, hanya diberi makan satu kali sehari.

Enam warga Taiwan dan dua warga Peru ditangkap.

Para tawanan tersebut memasuki Peru pada bulan September, melalui jejaring sosial mereka dijanjikan bekerja di kasino di ibu kota. Mereka mengatakan kepada penyelidik, mereka dibawa ke Amsterdam di Belanda dan kemudian ke Peru.

Setibanya di sana, anggota kelompok kejahatan Taiwan yang dikenal sebagai Red Dragon mengambil paspor mereka dan memutus komunikasi dengan kerabat mereka, kata polisi.

Operasi polisi dilakukan setelah dua wanita berhasil melarikan diri dan memberi tahu pihak berwenang.

Penyidik ??menyita lebih dari 10.000 dolar AS, puluhan ponsel, dan kartu bank dari rumah tempat warga asing tersebut ditahan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.