Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skema Perdagangan Bebas Perlu Dievaluasi

📅 Senin, 09 Okt 2023, 08:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Skema Perdagangan Bebas Perlu Dievaluasi Doc: istimewa

JAKARTA - Pemerintah diminta mengevaluasi kerja sama perdagangan bebas, termasuk yang melibatkan Tiongkok. Sebab Indonesia kerap dirugikan, apalagi pemerintah tidak mengatur secara cermat setiap produk yang dikenakan tarif nol persen.

Pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mengatakan yang prioritas dievaluasi pemerintah adalah kerja sama perdagangan bebas yang melibatkan Tiongkok. "Ini penting karena posisi Indonesia dirugikan," tegasnya, Minggu (8/10).

Eugenia hendak merespons langkah pemerintah Indonesia yang segera memberlakukan berbagai peraturan untuk memperketat arus masuk barang impor.

Perdagangan bebas yang merugikan itu contohnya, kata dia, yakni dalam kesepakatan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), barang masuk dari Tiongkok tarifnya 0 persen. Namun, barang sama dari Indonesia dikenakan tarif tinggi, sebagai contoh lima persen untuk produk kertas.

"Kenapa demikian karena mereka menganalisis dengan cermat dan detail barang-barang apa saja yang termasuk dalam kesepakatan, sementara Indonesia sembarangan menentukan barang-barangnya yang masuk dalam kesepakatan," ucap Eugenia.

Selain mengevaluasi skema kerja sama perdagangan, menurutnya, pemerintah perlu menertibkan barang impor ilegal yang meresahkan. Barang-barang impor yang resmi tercatat tidak bisa sembarang dilarang.

Di sisi lain, lanjutnya, Indonesia memiliki banyak kesepakatan perdagangan, baik bilateral maupun multilateral. Pelanggaran pada kesepakatan tersebut akan berdampak fatal bagi Industri dalam negeri.

"Barang-barang ini sangat mudah diperoleh dan dipesan langsung oleh konsumen tanpa melalui importir atau distributor melalui e-commerce dan medsos," ungkapnya.

Pemerintah tidak bisa membatasi perdagangan bebas ini jika tidak ditutup medsosnya. Contohnya saat ini yang ditutup hanya TikTok Shop saja. Sementara TikTok-nya tidak ditutup. "Maka tidak bisa membatasi arus barang impor masuk," ujarnya.

Dia menegaskan, jika benar-benar ingin ketat harus seperti India, yang mana TikTok Shopee Wetv dan platform apa pun dari Tiongkok tidak bisa dibuka di India.

Seperti diketahui, pemerintah Indonesia segera memberlakukan berbagai peraturan untuk memperketat arus masuk barang impor. Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, langkah itu diambil untuk merespons keluhan dari asosiasi dan masyarakat akibat membanjirnya barang-barang impor di pasar tradisional, sepinya pasar tradisional, dan peningkatan penjualan bukan barang dalam negeri di e-commerce.

"Jangan sampai ada orang yang kerjanya bolak-balik hanya untuk impor jasa barang titipan dan dari kementerian keuangan sudah membuat regulasi untuk barang titipan itu yang bebas di bawah 500 dollar AS, yang sisanya tentu dikenakan bea masuk," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (6/10).

Aturan pengetatan jastip barang impor ini akan dilakukan di pelabuhan-pelabuhan dan bekerja sama dengan Dirjen Imigrasi. Selain itu, pemerintah juga akan membentuk satuan tugas lintas kementerian dan lembaga untuk memperketat impor barang.

Kian Parah

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

37 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

40 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.