Berpeluang Melemah Lanjutan
Selasa, 03 Okt 2023, 10:53 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah lanjutan, hari ini (3/10). Pergerakan rupiah juga bakal dipengaruhi sentimen eksternal seperti sikap pelaku pasa yang menanti pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed, Jerome Powell pekan ini, serta data ekonomi AS.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan rupiah cenderung bergerak melemah, hari kedua pekan ini, akibat proyeksi penguatan ISM Manufacturing yang bakal mencerminkan penguatan ekonomi AS. Josua memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (3/10), bergerak di kisaran 15.500-15.600 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam penutupan perdagangan, Senin (2/10), ditutup melemah sebesar 70 poin atau 0,45 persen dari penutupan akhir pekan lalu menjadi 15.530 rupiah per dollar AS.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan rupiah melemah di tengah ekspektasi perekonomian Amerika Serikat (AS) akan tetap lebih tangguh terhadap kenaikan suku bunga dan harga minyak dibandingkan negara lain.
"Federal Reserve pada pekan lalu memperingatkan akan menaikkan suku bunga lebih lanjut dan kemungkinan akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Kemarau Ekstrem, Pemkot Jambi Distribusikan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
-
Penghulu hingga Tokoh Agama Bisa Jadi Agen Perlinsos Bantu Warga Daftar Bansos
-
Rupiah Dibayangi Gejolak MSCI - 19 Oktober 2026
-
Rupiah Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga AS - 20 Oktober 2026
-
Pelemahan Nilai tukar rupiah
-
Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
-
Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.