Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Sebut Tiga Rumah di Kabupaten Sukabumi Rusak Terdampak Gempa Magnitudo 5,4

📅 Senin, 02 Okt 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Sebut Tiga Rumah di Kabupaten Sukabumi Rusak Terdampak Gempa Magnitudo 5,4 Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Salah satu rumah warga di Kampung Cieurih, RT 05/02, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, retak pada dinding akibat terdampak getaran gempa bumi M-5,4 yang berpusat di Kabupaten Sukabumi pada Minggu, (1/10/2023) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sukabumi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat hingga Ahad pukul 21.00 WIB, jumlah rumah yang rusak akibat terdampak bencana gempa bumi magnitudo (M) 5,4 sebanyak tiga unit.

"Tiga unit rumah yang terdampak gempa tersebut tersebar di tiga kecamatan," kata Manajer Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Ahad.

Adapun tiga rumah yang mengalami rusak ringan itu berada di Kampung Cieurih, RT 05/02, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, kemudian di Kampung Puncakgombong, RT 06/ 02, Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud dan di Kampung Tarentong, RT 01/03, Desa Neglasari, Kecamatan Cibadak.

Menurut Daeng, dari hasil pendataan seluruh rumah yang rusak tersebut pada bagian dinding seperti retak-retak. Pada bencana ini tidak ada korban terluka apalagi meninggal dunia.

Hingga saat ini Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi masih melakukan pendataan. Pihaknya pun mengimbau kepada warga apabila rumahnya rusak akibat terdampak gempa untuk segera melapor ke aparat pemerintahan atau RT/RW agar bisa segera ditindaklanjuti.

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis koordinat pusat gempa bumi M-5,4 yakni di koordinat 7.26 LS-106,60 BT di kedalaman 88 km, 30 km tenggara Kabupaten Sukabumi. Gempa ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB pada Ahad (1/10).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

42 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.