Pengelolaan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Meningkat
Minggu, 01 Okt 2023, 18:04 WIBJAKARTA - Garuda Indonesia berhasiIl merampungkan agenda Risk Maturity Assessment, yang mengukur tingkat penerapan manajemen risiko berdasarkan Risk Maturity Index (RMI) Model yang merujuk pada Peraturan Menteri BUMN PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN.
"Dalam asesmen tersebut, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan skor RMI 2023 sebesar 3,82 (dari 5,00)-meningkat dari skor RMI tahun sebelumnya yang sebesar 3,78. Capaian skor tersebut sekaligus menaikkan level Risk Maturity Garuda dari level Good Practice (AA) ke level Strong Practice (A) yang merupakan level 3 dari 5 level RMI," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/10).
Dia menambahkan penilaian tersebut didapatkan dari rangkaian proses asesmen terhadap lima dimensi penilaian yang mencakup 21 parameter, di mana Garuda Indonesia berhasil mencatatkan tingkat kematangan risiko 13 parameter di antaranya dengan predikat Strong Practice.
Irfan juga mengungkapkan, RMI merupakan representasi dari komitmen Perusahaan dalam mengimplementasikan tata kelola dan manajemen risiko yang baik di lingkungan organisasi Perusahaan.
"Pasca-restrukturisasi Perusahaan, komitmen untuk memaksimalkan tata kelola organisasi yang baik kami wujudkan dalam berbagai aspek, termasuk di antara yang terpenting adalah pengelolaan manajemen risiko," ujarnya.
RMI Assessment merupakan merupakan salah satu hal krusial dalam praktik tata kelola perusahaan karena memungkinkan identifikasi kekuatan dan kelemahan organisasi, yang hasil penilaiannya dapat digunakan untuk meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko perusahaan.
"Melihat pentingnya hal tersebut, dan demi tercapainya tujuan penilaian kematangan risiko secara independen, Garuda Indonesia menunjuk RWI Consulting sebagai pihak eksternal untuk melaksanakan penilaian independen tersebut, yang berlangsung mulai 28 Juli hingga 28 September 2023," katanya.
Irfan menjelaskan, misi Garuda Indonesia untuk mengoptimalkan profitabilitas tidak dapat dipisahkan dari upaya berkelanjutan Perusahaan untuk mengoptimalkan risk management sebagai landasan bagi terwujudnya tata kelola yang baik dan efektif.
"Kami meyakini dalam mewujudkan kinerja perusahaan yang sehat secara finansial, langkah penyehatan tata kelola dan manajemen risikonya menjadi aspek bisnis yang harus dikedepankan. Hal ini mengingat pengambilan keputusan korporasi yang tepat hanya dapat dilakukan melalui manajemen risiko dan tata kelola yang baik," jelas Irfan.
Karenanya, tambahnya pihaknya akan terus berkomitmen untuk meningkatkan risk maturity Perusahaan selaras dengan langkah proaktif kami untuk menjadikan Garuda Indonesia perusahaan yang semakin agile dengan tata kelola yang baik dan konstruktif dalam menunjang langkah akselerasi kinerja.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Publik Dibuat Heboh, Artis Ruben Onsu Jadi Tersangka Penggelapan Investasi Rp3,5 Miliar
-
Ditjen Hubdat Lakukan Normalisasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kalimantan Timur
-
Agar Tepat Sasaran, KKP Identifikasi Korban Gempa dari Kalangan Nelayan di NTT
-
Buah Plum Ternyata Mampu Melindungi Kepadatan Tulang, Ikuti Saran Ahli Nutrisi Ini!
-
Pertamina Trans Kontinental Perkuat Pengembangan Kapal Ramah Lingkungan
-
Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ hingga Pemberitahuan Selanjutnya
-
Demo tatib pemilihan calon ketum PBNU Muktamar Jombang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.