Disnaker Tingkatkan Kompetensi Pencari Kerja Lewat Pelatihan Vokasi
Selasa, 23 Jun 2026, 15:55 WIBPALANGKA RAYA -- Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi 2026 yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja setempat.
"Program pelatihan vokasi ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan kerja yang relevan, sehingga mampu meningkatkan peluang mendapatkan pekerjaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri," kata Kepala Disnaker Kota Palangka Raya, Amandus Frenaldy di Palangka Raya, Selasa.
Dia menambahkan bahwa pelatihan yang diikuti 40 peserta itu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya para pencari kerja, agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Amandus menjelaskan, bidang pelatihan yang dibuka meliputi Kejuruan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan program pelatihan Operator Komputer Muda. Kemudian Kejuruan Bisnis dan Manajemen dengan program pelatihan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, serta Kejuruan Teknik Otomotif melalui program pelatihan Service Sepeda Motor Konvensional.
Pelatihan Vokasi ini berlangsung selama 35 hari kerja sejak 22 Juni sampai 7 Agustus 2026.
Selama mengikuti pelatihan sambung Amandus, peserta akan memperoleh berbagai materi pembelajaran yang terdiri dari pelatihan soft skill selama delapan jam pelajaran yang diberikan oleh narasumber dan praktisi sesuai bidangnya. Materi tersebut difokuskan pada pembentukan karakter, etos kerja, disiplin, kemampuan komunikasi, serta kerja sama tim.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi teori dan praktik kejuruan yang disampaikan oleh instruktur UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Palangka Raya sesuai standar pelatihan berbasis kompetensi.
"Pada akhir pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi berstandar nasional yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai skema sertifikasi pada masing-masing kejuruan," katanya.
Disnaker Kota Palangka Raya melalui UPTD BLK juga akan melakukan monitoring dan evaluasi pascapelatihan guna mengetahui tingkat penyerapan lulusan di dunia kerja maupun keberhasilan peserta dalam mengembangkan usaha secara mandiri.
Amandus berharap program tersebut mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi sehingga dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Pihaknya pun berharap melalui pelaksanaan program ini akan melahirkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, profesional, dan memiliki daya saing tinggi.
"Dengan demikian mereka dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Amandus.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
J-10C Tiongkok Terkunci oleh Jet Musuh dalam Pertempuran Perbatasan
-
Mudik Gratis Polres Bogor Diserbu 1.063 Pendaftar dalam 12 Menit
-
Kesiapan talenta vokasi SMK Aceh menghadapi dunia kerja
-
Film The Longest Wait Angkat Sisi Humanisme Perjuangan Timnas Indonesia
-
Target peserta program Pelatihan Vokasi Nasional 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.