Makin Parah, Udara Jakarta Sangat Tidak Sehat Pagi Ini
Jumat, 29 Sep 2023, 10:08 WIBJAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyebutkan, kualitas udara seluruh daerah ini berkategori sangat tidak sehat karena angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 berdasarkan indek standar pencemar udara (ISPU) mencapai 215 pada Jumat (29/9) pagi hingga pukul 07.00 WIB.
Laman resmi Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, menyebutkan di antara lima wilayah, Lubang Buaya Jakarta Timur memiliki angka PM2,5 sebesar itu (215) atau di antara patokan 200-299.
Angka itu termasuk kategori sangat tidak sehat karena kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Sedangkan kategori baik yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
Lalu, tingkat kualitas udaranya sedang yakni tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif, dan nilai estetika.
Kemudian, kategori tidak sehat yakni kualitas udaranya yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 101-199.
Terakhir, kategori berbahaya yakni tingkat kualitas udara berbahaya yang secara umum dapat merugikan kesehatan serius pada populasi.
Selain di Jakarta Timur, ISPU di wilayah kota Jakarta lainnya terpantau sedang, yakni Bundaran HI Jakarta Pusat (92), Kelapa Gading Jakarta Utara (94), Jagakarsa Jakarta Selatan (81) dan Kebon Jeruk Jakarta Barat (84).
Sementara itu, pada situs pemantauan IQ Air pada Jumat pukul 08.00 WIB, Jakarta diklasifikasikan sebagai kota nomor tiga dengan pencemaran udara tertinggi di dunia (167).
Sedangkan peringkat pertama jatuh pada Lahore, Pakistan (181), kedua yakni Ho Chi Minh, Vietnam (173).
IKU di Jakarta tinggi karena konsentrasi PM2.5 saat ini sudah 17,3 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 167 AQI US.
Data kualitas udara diperoleh berdasarkan pantauan di 20 stasiun pemantau, di antaranya berada di Layar Permai (PIK), Jalan Raya Perjuangan (Kebon Jeruk) dan Jimbaran (Ancol).
- Polusi Udara
- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK)
- Pemprov DKI Jakarta
- Kualitas Udara Jakarta
- IQ Air
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
FIFA ASEAN Cup 2026: Pemprov DKI Siapkan Lapangan Soemantri dan Banteng
-
Progres LRT Jakarta Velodrome–Manggarai 97,9 Persen, Siap Operasi Akhir Agustus
-
Lantik 1.500 Pengurus FUHAB, Gubernur Pramono Tekankan Pentingnya Toleransi
-
IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia
-
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditarget Selesai 2028, Diproyeksi Redam Banjir 20 Persen
-
Arah Kebijakan MUI DKI 2025–2030 Resmi Didukung Pemprov DKI Jakarta
-
Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia, Data Real-time IQAir Catat AQI 161
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.