Bappenas Dorong Sinergi Atasi Gap Pembiayaan SDGs
Senin, 25 Sep 2023, 11:55 WIBJAKARTA - Manajer Pilar Pembangunan Ekonomi Sekretariat Nasional SDGs Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Setyo Budiantoro mengatakan, perlu sinergi dalam mengatasi financing gap atau gap pembiayaan dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainability Development Goals (SDGs) di Indonesia.
"Dari pemerintah saja tidak cukup. Oleh karena itu, perlu mobilisasi, inovasi, serta sinergi untuk menutup financing gap," kata Setyo dalam webinar untuk SDGs di Jakarta, Jumat pekan lalu.
Setyo memaparkan, financing gap menjadi tantangan pencapaian SDGs di Indonesia maupun dunia. Sebab, kebutuhan pencapaian SDGs meningkat sejak pandemi Covid-19.
Sebelum pandemi, Setyo menambahkan, total kebutuhan pencapaian SDGs di Indonesia pada 2020-2030 sebesar 67.000 triliun rupiah dan kesenjangan pembiayaannya mencapai 14.000 triliun rupiah.
Sedangkan setelah pandemi, total kebutuhan pencapaian SDGs di Indonesia pada tahun yang sama meningkat menjadi 122.000 triliun rupiah dan kesenjangan pembiayaannya mencapai 24.000 triliun rupiah.
Setyo mengatakan, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menutupi kesenjangan tersebut. Salah satunya, melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang merupakan perubahan dari Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017.
Melalui peraturan tersebut, kata Setyo, pemerintah mendorong platform pembiayaan inovatif untuk SDGs dan menekankan peran para pihak yang terdiri dari unsur kementerian/lembaga, filantropi, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat.
Dia melanjutkan, Indonesia juga memiliki banyak inisiatif terkait pembiayaan mulai dari pembiayaan publik, SDGs bond, blended finance, Strategi Nasional Inklusi Keuangan, peta jalan ekonomi berkelanjutan, green taxonomy, teknologi finansial, crowd funding, dan lain sebagainya.
Tingkatkan Investasi
Lebih lanjut, Setyo menambahkan, pemerintah juga telah memetakan pembiayaan SDGs berdasarkan tujuannya serta mengembangkan SDGs Financing Hub.
Dia menjelaskan, SDGs Financing Hub bertujuan meningkatkan investasi sektor swasta untuk pembangunan berkelanjutan serta memperluas potensi pembiayaan filantropi dan berbasis agama.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Lima Dokumen Strategis Diluncurkan untuk Perkuat Pengelolaan Ekosistem Darat dan Laut
-
Lagi Cari Kerja? Bursa Kerja 2026 Sumenep Tawarkan 3.141 Lowongan
-
Telkom Resmi Spin-Off Bisnis Fiber ke InfraNexia Senilai Rp85,7 Triliun
-
Kas Daerah Terbatas, Pemkot Ambon Rombak APBD-P 2026 demi Selamatkan Dapur Warga
-
Amran Murka! Beras Ilegal Masuk RI, 115 Juta Petani Disebut Jadi Korban
-
Koneksi dan Bappenas Petakan Risiko Sosial dan Lingkungan PLTS Terapung
-
Era Messi Berakhir, Ini Gambaran Masa Depan Tim Nasional Argentina hingga 2036
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.