Family Business Harus Terapkan Praktik Bisnis Berkelanjutan

Minggu, 24 Sep 2023, 16:31 WIB

JAKARTA-Family Business (fambiz) harus mulai menerapkan praktek-praktek bisnis yang berkelanjutan dan menavigasi kemajuan teknologi, termasuk mengadopsi konsep ekonomi sirkular. Ini penting untuk membangun fambiz yang memiliki ketahanan dalam menghadapi tantangan global dan kondisi lingkungan yang begitu cepat berubah.

Ket. Foto: Diskusi panel Road to ICFBE 2023 yang diselenggarakan di Ruang 429, Gedung A Kampus President University (Presuniv), Jababeka Education Park, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, kemarin. — Sumber: Istimewa

Contohnya, perubahan iklim atau pandemi Covid-19 yang ternyata mampu dengan cepat mengubah lanskap bisnis. Dengan mengadopsi teknologi, fambiz bukan hanya akan mampu bertahan dalam menghadapi perubahan, tetapi juga bisa meningkatkan daya saingnya.

Demikian salah satu kesimpulan yang mengemuka dalam diskusi panel Road to ICFBE 2023 yang diselenggarakan di Ruang 429, Gedung A Kampus President University (Presuniv), Jababeka Education Park, Cikarang Bekasi kemarin. Hadir dalam diskusi panel tersebut Wakil Rektor Presuniv Bidang Sumber Daya Maria Jacinta Arquisola, yang juga Chairperson ICFBE 2023, Dekan Fakultas Bisnis Iman Permana Jhanghiz Syahrivar, dosen Program Studi Manajemen yang juga Co-Chairperson ICFBE 2023, beberapa dosen dan sejumlah pembicara lainnya.

ICFBE (International Conference on Family Business and Entrepreneurship) adalah ajang tahunan yang diselenggarakan Fakultas Bisnis, Presuniv. Diselenggarakan pertama kali pada tahun 2017, ICFBE kali ini sudah memasuki tahun ke-7. Jika biasanya acaranya digelar di Bali maka acara

yang akan berlangsung pada 30 November hingga 1 Desember 2023 itu akan "go international" karena diadakan di Kuching, Sarawak, Malaysia.

Maria Jacinta Arquisola mengatakan, pemilihan Kuching di Sarawan merupakan keputusan penting dan sekaligus menjadi lompatan penting bagi ICFBE. Apalagi pada ajang kali ini Presuniv akan mempromosikan pentingnya bisnis keluarga untuk menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mengadopsi teknologi.

"Kuching berada di jantung kota Sarawak, kota yang terkenal dengan keanekaragaman hayatinya. Di sana ada hutan hujan tropis yang luas dan ekosistem yang unik. Kekayaan alam ini menciptakan suasana ideal bagi para peserta konferensi untuk memahami pentingnya praktik bisnis berkelanjutan dalam konteks melestarikan sumber daya alam," papar Jacinta.

Ada 10 topik utama yang akan dibahas dalam konferensi internasional kali ini, yakni agribisnis, sirkular ekonomi, perubahan iklim, green hospitality and tourism, food waste, safety and security, and marketing, gender, health and nutrition, sustainable family business practices; teknologi dan inovasi, ketahanan masyarakat pasca Covid-19; dan isu-isu manajemen. Kata Iman Permana.

Jacinta menyebut sepuluh topik tersebut memiliki relevensi yang mendalam pada lanskap bisnis keluarga yang sangat dinamis pada saat ini. Contohnya topik tentang limbah makanan, keselamatan dan keamanan, dan marketing. Isu ini sangat penting bagi bisnis keluarga untuk merancang strategi yang dapat meminimalkan pemborosan makanan, memastikan keamanan pangan, dan merumuskan taktik pemasaran yang efektif. "Apalagi banyak perusahaan keluarga yang menggeluti bisnis makanan. Upaya semacam ini, lanjut Iman, penting bukan hanya untuk mendorong bisnis yang berkelanjutan, tetapi juga untuk menjaga kesehatan masyarakat,"paparnya

Jhanghiz Syahrivar mengungkapkan, bisnis keluarga memiliki posisi unik untuk memperjuangkan hal tersebut. "Pada topik ini, kami akan mengeksplorasi berbagai pendekatan yang bertanggung jawab dari bisnis keluarga terhadap lingkungan dan sosial," kata dia. Isu-isu semacam itu, ungkap Jhanghiz, sekarang menjadi sangat mengemuka ketimbang isu-isu lama, seperti persoalan tata kelola dan perencanaan suksesi di perusahaan keluarga.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.