Rupiah Hari Ini Tertekan Akibat Eskalasi Konflik AS-Iran, Sentimen Global Memburuk
Senin, 13 Jul 2026, 17:40 WIBJAKARTA â Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Ketegangan tersebut mendorong investor beralih ke aset-aset yang dianggap lebih aman (safe haven), sehingga memicu tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Apabila konflik berlanjut, volatilitas nilai tukar berpotensi meningkat seiring kenaikan harga energi, arus keluar modal asing, serta ketidakpastian prospek ekonomi global.
Dalam kondisi ini, stabilitas rupiah akan sangat dipengaruhi oleh respons kebijakan moneter, ketahanan fundamental ekonomi domestik, dan perkembangan situasi geopolitik internasional.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (13/7) sore, melemah 44 poin atau 0,24 persen menjadi Rp18.109 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.065 per dolar AS.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah tersebut dipengaruhi AS dan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone.
âTeheran menargetkan fasilitas AS di negara-negara di seluruh Teluk pada hari Minggu (12/7) dan mengatakan bahwa mereka telah kembali menutup Selat Hormuz,â ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Konflik yang kembali terjadi ini menimbulkan keraguan lebih lanjut tentang masa depan perjanjian sementara AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu yang bertujuan untuk membuka kembali Selat Hormuz tersebut dan mengakhiri perang setelah 60 hari negosiasi lebih lanjut.
Selat Hormuz yang kembali ditutup menghidupkan kembali kekhawatiran akan guncangan inflasi lainnya, memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama.
âRisalah dari pertemuan Fed bulan Juni yang dirilis pekan lalu telah menunjukkan beberapa pembuat kebijakan percaya ada alasan untuk menaikkan suku bunga, sementara para pejabat secara umum menyatakan kekhawatiran yang lebih besar atas tekanan inflasi bahkan ketika kekhawatiran tentang pasar tenaga kerja mereda,â ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp18.131 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.069 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Joe Taslim Bakal Bintangi Film Remake Indonesia “The Man From Nowhere”
-
Hati-hati! Kurang Tidur Ternyata Bisa Meningkatkan Risiko Hipertensi, Termasuk pada Orang Muda
-
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, Konflik AS–Iran Kembali Guncang Pasar Keuangan Global
-
Pemkab Lamandau Alokasikan Rp15,1 Miliar untuk BPJS Kesehatan Gratis Kelas III.
-
Pemkot Bandung: Inovasi Layanan SIP PISAN Permudah Adminduk Warga Disabilitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.