Kebakaran Museum, Komisi X Pertanyakan Komitmen Penerapan SOP Proteksi
Senin, 18 Sep 2023, 12:22 WIBJAKARTA -Komisi X DPR RI mempertanyakan penerapan Standard Operational Procedure(SOP) proteksi terhadap pengamanan gedung sekaligus koleksi museum di Museum Nasional. Seharusnya, jika diterapkan secara lugas dan tegas, kebakaran yang melahap Museum Nasional itu tidak akan terjadi.
Peristiwa kebakaran terjadi di Museum Nasional (Museum Gajah), Sabtu (16/9) malam. Atas hal itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi menegaskan perlu ada evaluasi secara komprehensif agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali.
"(Di museum itu) sedang renovasi gedung tertentu. Ini yang menjadi pertanyaan kami, bagaimana (penerapan) SOP (ketika) renovasi, lalu (bagaimana pengawasan terhadap)pelaksanaan kontraktornya. Museum ini kan memiliki barang-barang yang semuanya adalah barang barang intangible," ucap Dede melalui sambungan telepon, seperti diberitakan laman resmi DPR RI di Jakarta, Minggu (17/9).
Ia juga mempertanyakan pengelolaan museum secara menyeluruh yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek. Diketahui, ada 5 (lima) museum di DKI Jakarta termasuk di antaranya adalah Museum Nasional.
Museum Nasional diprioritaskan menjadi model percontohan pengelolaan berbasis badan layanan umum (BLU), dimana menurut laporan 'Evaluasi 9 Program Prioritas Kemendikbudristek Tahun 2022' oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek, BLU Museum Nasional membuat sejumlah kerjasama dengan pihak swasta, termasuk Korea Selatan, Polandia, dan Qatar. Per November 2022, PNBP pada BLU Museum Nasional sebesar Rp4,18 miliar.
Dede menghargai langkah Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim yang cepat menanggapi peristiwa kebakaran tersebut dengan mengutamakan penyelamatan arterfak. Akan tetapi, ia menegaskan tindakan tersebut hanya bisa diandalkan saat kondisi darurat, bukan solusi jangka panjang.
"Prinsipnya, apa yang disampaikan pak menteri terkait selamatkan artefak itu benar. Namun, itu sifatnya darurat saja. Yang kami pertanyakan, (ada anggaran) puluhan miliar untuk membina museum, lalu hasilnya kenapa seperti apa itu? Ini yang jadi pemikiran kami," katanya.
Menutup pernyataanya, ia mengatakan, Komisi X DPR akan mengagendakan pertemuan dengan Kemendikbudristek dan stakeholder guna memperoleh informasi menyeluruh terkait peristiwa tersebut.
"Segera kita akan coba jadwalkan untuk memanggil pihak Kementerianuntuk mendapatkan update dan langkah langkah yang harus dilakukan (terkait kebakaran museum ini)," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
DPR Minta Pengawasan Dua Taman Nasional di Lampung Diperketat
-
Efisiensi Jadi Kunci, Bos PHE Buka-bukaan Strategi Investasi Migas di Tengah Geopolitik Panas
-
Rayakan HUT ke-248, Museum Nasional Gelar Pameran Lampu dan Pameran Numismatik
-
Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru
-
Pemkab Rejang Lebong Kenalkan Wisata Olahraga Hutan Kota
-
Innit Lombok Peringati Hari Bumi dengan Komitmen Berkelanjutan terhadap Kelestarian Pesisir di Teluk Ekas
-
Jangan Sampai Bingung, Ini Strategi Agar Harga Mobil Listrik Tetap Murah di Seluruh Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.