Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Apresiasi Warga Tangerang Budidaya Daun Kelor Atasi 'Stunting'

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 18:06 WIB | Oleh:
Pemprov Apresiasi Warga Tangerang Budidaya Daun Kelor Atasi 'Stunting' Doc: HO/PKK Kota Tangerang
Ket. Kampung Pokcoy di Kelurahan Karawaci Kota Tangerang sebagai pusat budidaya daun kelor dan tanaman lainnya yang digunakan untuk mengatasi stunting.

TANGERANG -- Ketua Bidang PKK Provinsi Banten yakni Nining mengapresiasi warga di Kelurahan Karawaci Kota Tangerang yang melakukan budidaya dan pengolahan daun kelor untuk penanganan stunting.

"Kami Provinsi Banten mengetahui bahwa budidaya daun kelor bukan untuk sekadar lomba, tapi memang sudah menjadi budaya yang memang menjadi tumbuhan wajib di setiap rumah warga," kata Nining usai berkunjung ke Kelurahan Karawaci, Rabu.

Kelurahan Karawaci, Kecamatan Karawaci terpilih menjadi salah satu lokus pada lomba Aku Hatinya PKK tingkat Provinsi Banten. Dua wilayah lainnya yang juga masuk penilaian adalah Kecamatan Jatiuwung dan Kecamatan Larangan.

Kelurahan Karawaci, Kecamatan Karawaci fokus pada pemanfaatan perkarangan rumah seluruh warganya. Selain itu adanya budidaya ikan dalam galon yakni pemanfaatan bahan bekas sebagai wadah budidaya ikan untuk pemenuhan gizi keluarga.

Dari hasil pantauannya, lanjut Nining, Kelurahan Karawaci dan wilayah lainnya di Kota Tangerang masih cukup hijau dan asri, walau cuaca kekeringan atau panas ekstrem.

"Bisa dilihat bahwa seluruh warga memang peduli dan kompak menjaga kesehatan lingkungannya masing-masing," katanya.

Venden Yuda Negara selaku ketua PKK Kelurahan Karawaci mengungkapkan keunggulan budidaya daun kelor memang sudah sangat masif dan dirasakan manfaatnya. Daun kelor diolah menjadi puding, minuman sehat, hingga sayuran wajib anak-anak Kelurahan Karawaci.

"Yang dikuatkan dan diunggulkan adalah kolaborasi, komitmen dan semangat bersama semua elemen. Semangat bertanam daun kelor, mengolah daun kelor, tanaman toga, budidaya ikan dalam galon, hingga pemanfaatan limbah bekas menjadi furniture bernilai jual," katanya.

Lurah Karawaci yakni Wahyudin Syahrawi mengungkapkan kolaborasi dalam program Aku Hatinya PKK ini telah menunjukkan keberhasilan penanganan stunting di wilayahnya.

Tercatat dari 31 anak di Kampung Pokcoy, 16 di antaranya telah menunjukkan penambahan berat badan atau dinilai normal. Sedangkan empat diantaranya telah lulus atau keluar dalam kategori stunting sepenuhnya.

"Selain program Aku Hatinya PKK, suport anggaran DAU dalam bantuan permakanan, serta kolaborasi semua pihak juga menjadi poin penting dalam penurunan angka stunting di wilayah Kelurahan Karawaci. Semoga ini bisa terus diperkuat, hingga menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lainnya," kata Wahyudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Medan Tunjukkan Taringnya

43 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.