Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantap, KBRI Berlin Gelar Dialog Kebangsaan

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 00:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantap, KBRI Berlin Gelar Dialog Kebangsaan Doc: ANTARA/HO-KBRI Berlin
Ket. Dialog Kebangsaan di KBRI Berlin pada Rabu (12/9/2023).

Jakarta - KBRI Berlin bersama Muhammadiyah, Wahid Foundation dan Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) mengelar forum dialog bagi masyarakat dan diaspora Indonesia di Berlin dan sekitarnya pada Selasa (12/9).

Dialog tersebut dipimpin Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno, dan dihadiri Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti, pendiri Wahid Foundation Yenny Wahid serta Ketua CCDC, Din Syamsuddin.

Ketiga tokoh tersebut berada di Berlin dalam rangka konferensi "The Audacity of Peace: International Meeting for Peace - Religions and Cultures in Dialogue" dan diundang untuk memberikan perspektif Indonesia dalam pembahasan isu-isu perdamaian dan kerukunan beragama.

Dubes Arif Havas Oegrosenodalam forum dialog yang digelar KBRI Berlin berpesan agar masyarakat dan diaspora Indonesia, baik di wilayah Jerman maupun di belahan dunia lainnya, tetap berperan aktif menjaga persatuan dan kerukunan di Indonesia sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dialog, yang dihadiri 100 orang perwakilan dari berbagai kelompok masyarakat dan diaspora Indonesia di Berlin, itu membahas isu-isu terkait kebhinnekaan dan kerukunan masyarakat di Indonesia, menurut keterangan tertulis KBRI Berlin pada Rabu.

Indonesia yang memiliki lebih dari 300 suku bangsa dan sekitar 700 bahasa daerah serta mengakui enam agama dan memiliki berbagai kelompok kepercayaan, namun tetap bersatu selama 78 tahun sejak merdeka, merupakan contoh yang sangat baik bagi masyarakat dunia, kata Dubes Havas.

Dalam kegiatan tersebut, para warga Indonesia di Jerman diingatkan untukikut berperan aktif menjaga kerukunan di Indonesia dan tidak terpancing isu-isu yang dapat memecah belah persatuan.

Dalam diskusi di KBRI Berlin para narasumber itu berbagi pengalaman, pandangan dan harapan terkait dengan kerukunan dan perdamaian di Indonesia.

Konferensi bertema "The Audacity of Peace: International Meeting for Peace - Religions and Cultures in Dialogue" diselenggarakan oleh Komunitas Sant'Egidio, yakni komunitas Kristen yang dibentuk pada 1968 di Roma, Italia dan kini tersebar di 70 negara.

Konferensi yang berlangsung pada 10-12 September di berbagai lokasi di Berlin, Jerman itu membahas berbagai topik, seperti krisis kemanusiaan global, tantangan demokrasi, hak-hak anak serta peran agama dalam konflik dan perdamaian.

Pada tahun ini kondisi global ditandai dengan peperangan di Eropa, konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, peningkatan kesenjangan ekonomi dan kemiskinan serta krisis lingkungan hidup yang masih diwarnai upaya pemulihan pascapandemi COVID-19.

Oleh karena itu, konferensi tersebut bertujuan untuk menghimpun tokoh-tokoh dunia dari berbagai agama dan budaya untuk mendorong kerukunan, perdamaian dan solidaritas di masyarakat.

Konferensi ditutup di Brandenburg Gate Berlin pada Rabu (13/9) waktu setempat dan para pemuka serta tokoh agama menyerukan kerja sama dan dialog untuk membangun rasa saling pengertian dan solidaritas dalam menghadapi berbagai tantangan global, tulisnya. Tahun ini merupakan konferensi ke-37 dan pada 2024 konferensi tersebut akan diselenggarakan di Paris, Prancis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.