Kemenparekraf Dorong Pelaku Ekraf di Palangkaraya Bertumbuh dan Bersaing
Selasa, 12 Sep 2023, 17:31 WIBJAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif (Kemenparekaf) fokus meningkatkan sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Untuk mendorong para pelaku UMKM tumbuh dan dapat bersaing Pemerintah menggelar Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2023 di Palangkara Mall.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan AKI merupakan program unggulan pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif pada subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, dan musik yang diselenggarakan di 16 kot dan kabupaten di Indonesia. "
Jumlah UMKM per 2021 mencapai 64,2 juta, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai Rp 8.573,89 triliun dan kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja. Dan program AKI di Palangkara ini diharapkan hadir untuk mendorong UMKM kreatif Indonesia naik kelas dan percepatan pertumbuhan ekonomi," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/9).
Dia juga menambahkan juga mengatakan bahwa tujuan AKI memberikan kontribusi ekonomi melalui ekonomi kreatif pasca-pandemi, mencari dan menciptakan 'ikon' produk ekonomi kreatif baru yangbisa melekat di masyarakat, bahkan bisa mendunia. Selain itu, AKI mendorong dayabeli masyarakat dan mendukung kampanye pemerintah #Bangga Buatan Indonesia.
"AKI 2023 terdiri dari dua agenda utama bootcamp (peningkatan kapasitas) dan pameran (menampilkan dan transaksi jual beli produk kreatif).Jarak pelaksanaan Bootcamp dan Pameran sekitar satu bulan," kata Sandiaga.
Pada pameran AKI 2023 di Palangkaraya Mall, Kota Palangkaraya, Kalteng, baru-baru ini, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam dan penyanyi sekaligus pengusaha Jenita Janet hadir sebagai narasumber.
Dalam kesempatan tersebut mereka sharing dan berbagi ilmu dengan finalis AKI Palangkraya dan pengunjung Palangkaraya Mall yang hadir tentang bagaimana membangun bisnis yang inovatif dan unggul dengan brand brand denga produk sejenis.
Jenita memberikan pandangannya sebagai Co-Founder "Basreng Gonjreng" dan bagaimana diirinya sebagai Co-Founder dan pemilik dari "Basreng Gonjreng" memikirkan hal A-Z saat membangun bisnisnya. Dia juga sharing bagaimana mengubah sikap dan attitude-nya dari seorang artis dan penyanyi menjadi seorang pengusaha atau entrepreneur.
Sementara itu, Neil juga menambahkan pentingnya penggunaan media sosial atau melek digital untuk memajukan sebuah usaha.
"Baik dari foto produk, maupun caption yang menarik dan catchy. Walaupun pada intinya sebuah produk kuliner adalah bagaimana mempertahankan kualitas rasanya, tapi cara mengenalkan produk dan menarik perhatian calon konsumen juga tidak kalah pentingnya," jelasnya.
Neil juga menambahkan bahwa ada beberapa program Kemenparekraf yang bisa membantu para pelaku ekraf yang masuk dalam ekosistem Kemenparekraf khususnya finalis AKI untuk mendukung dan membantu para pelaku ekraf khususnya di bidang Kuliner.
"Baik dari pendampingan, desain kemasan maupun pembuatan hak kekayaan intelektual HKI," tutup Neil.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Jak Cloth Lebaran
-
Liburan Sekolah Sudah Dekat, Ancol Pasang Target 680.000 Pengunjung Tahun Ini
-
Prime Video dan CJ ENM Umumkan Kolaborasi Strategis untuk Membawa Konten Korea Terbaik kepada Penonton di Seluruh Dunia
-
Industri Padat Karya Butuh Regulasi Lanjutan untuk Optimalkan Pasar Ekspor AS
-
LaVine Bantu Kings Jaga Asa Playoff
-
Warga Kalteng Diingatkan, Banyak Preman Berkedok Ormas
-
Dunia Berubah, Pekerja Migran Indonesia Dituntut Punya Skill
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.