Presiden Jokowi Tekankan Penguatan Kerja Sama ASEAN-Negara Mitra

Kamis, 07 Sep 2023, 08:23 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya penguatan kerja sama saling menguntungkan antara negara-negara ASEAN dengan negara mitra wicara sepanjang rangkaian penyelenggaraan KTT ASEAN hari kedua di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (7/9).

Presiden Joko Widodo juga terus menerus menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan menghormati hukum internasional guna menciptakan stabilitas kawasan.

Saat memimpin KTT Ke-26 ASEAN-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang digelar di Ruang Cendrawasih, JCC, Rabu, Presiden Joko Widodo menggarisbawahi bahwa RRT adalah salah satu mitra dialog ASEAN yang memiliki status mitra strategis komprehensif.

Presiden Widodo mengatakan bahwa warsa ini juga merupakan 20 tahun aksesi RRT terhadap Treaty of Amity and Cooperation (TAC).

Presiden Jokowi pun mengajak semua pihak dapat memaknai hal tersebut dengan merealisasikan kerja sama konkret yang saling menguntungkan.

Menurut Presiden, hal tersebut hanya bisa dilakukan jika semua pihak memiliki kepercayaan satu sama lain yang harus dibangun dan dipelihara bersama. Salah satu caranya adalah dengan menghormati hukum internasional.

Pertemuan KTT Ke-26 ASEAN-RRT pun menyepakati pentingnya penguatan kerja sama regional untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mewujudkan cita-cita Asia Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, terutama dengan adanyaupgradingASEAN-China Free Trade Agreement (FTA) 3.0 dan implementasi penuh Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Selanjutnya saat memimpin KTT Ke-24 ASEAN-Republik Korea yang digelar di Ruang Cenderawasih 3, JCC, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pilar utama kemitraan ASEAN-Republik Korea adalah transisi energi dan transformasi digital.

Kepala Negara mengatakan bahwa ketergantungan ASEAN terhadap sumber energi fosil harus dikurangi. Pada saat yang sama, Presiden menyampaikan bahwa ekonomi digital ASEAN akan tumbuh hingga 1 triliun dolar AS dalam satu dekade ke depan.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan ASEAN-Republik Korea dalam upaya transisi energi dan transformasi digital.

Presiden Joko Widodo juga menekankan bahwa stabilitas kawasan harus dijaga agar kemitraan masa depan dapat tercapai. Presiden pun mengatakan hal tersebut merupakan tanggung jawab semua pihak yang berada di kawasan Indo-Pasifik.

Sementara itu dalam KTT ke-26 ASEAN-Jepang, Presiden Jokowi mengajak Jepang meningkatkan kontribusinya untuk mendukung konektivitas dan infrastruktur hijau di ASEAN.

Menurut Jokowi, ASEAN membutuhkan investasi infrastruktur senilai 184 miliar dolar AS per tahun. ASEAN berharap Jepang dapat terus meningkatkan kontribusi pada ASEAN Infrastructure Fund dan ASEAN Catalytic Green Finance Facility untuk mendukung konektivitas dan infrastruktur hijau.

ASEAN dengan Jepang telah sepakat membentuk kemitraan komprehensif strategis yang bukan sekadar seremonial dan bukan sekadar basa-basi, tapi justru berbentuk kerja sama konkret yang saling menguntungkan.

Kepada Jepang, sebagai salah satu mitra paling aktif ASEAN dan pendukung utama ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), diminta dapat menjadi kontributor utama dalam mewujudkan kerja sama konkret yang bermanfaat langsung bagi rakyat.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebut bahwa secara geografis, Jepang dan ASEAN adalah bagian dari Asia. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengatakan, Jepang dan ASEAN memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kawasan sebagai kawasan damai, stabil, dan sejahtera.

Tidak hanya itu Joko Widodo juga secara konkret menggaungkan peluang kerja sama baru pembangunan ekonomi hijau saat memimpin KTT ke-26 ASEAN Plus Three (APT) yang diikuti Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Republik Korea.

Jokowi dalam forum itu menyampaikan bahwa pembangunan ekonomi hijau dapat menjadi salah satu prioritas ke depan antara ASEAN dengan ketiga negara.

Presiden juga mengajak ketiga negara untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan. Kepala Negara menilai bahwa peluang kerja sama tersebut akan terganggu jika perdamaian dan stabilitas kawasan tidak terjaga dengan baik.

Sementara itu dalam KTT Ke-11 ASEAN-Amerika Serikat, Presiden Jokowi mengajak Amerika Serikat untuk menjadi kekuatan positif dalam menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera melalui kerja sama nyata.

Di hadapan Wakil Presiden AS Kamala Harris dan para pemimpin negara ASEAN, Presiden Jokowi menyebut bahwa Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat menjanjikan. Menurutnya, ASEAN diprediksi pada tahun 2045 menjadi urat nadi perdagangan internasional dan berkontribusi 5,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB/GDP) dunia.

Oleh sebab itu, kemitraan yang kokoh dan berkelanjutan antara ASEAN dan AS tidak hanya menguntungkan ASEAN, tapi juga akan sangat menguntungkan AS.

Selanjutnya kala memimpin KTT ASEAN-Kanada, Presiden Jokowi menyambut baik kemitraan ASEAN dan Kanada yang memasuki fase baru sebagai mitra strategis.

Kepala Negara menyebut bahwa Kanada merupakan mitra strategis ASEAN dalam membangun ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan perdagangan.

Presiden Jokowi berharap kemitraan strategis ASEAN-Kanada dapat mendorong kerja sama yang lebih konkret di kawasan Indo-Pasifik.

KTT Ke-43 ASEAN berlangsung pada 5-7 September 2023 dan dihadiri delapan perwakilan negara mitra wicara yakni Jepang, China, Korea Selatan, Australia, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, dan India.

Selain itu juga turut hadir dua negara undangan yakni Bangladesh sebagai Ketua Indian Ocean Rim Association (IORA) tahun ini dan Kepulauan Cook sebagai Ketua Pacific Island Forum (PIF).

KTT ASEAN kali ini mengusung tema "ASEAN Matters: Epicentrum of Growth".

Melalui tema tersebut, Indonesia dalam posisinya sebagaikeketuaan di ASEAN ingin membawa perhimpunan ini sebagai kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, berkelanjutan, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.