KSP: Indonesia kendalikan inflasi saat sejumlah negara hiperinflasi

Kamis, 07 Sep 2023, 23:14 WIB

Jakarta - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Edy Priyono mengatakan Indonesia berhasil mengendalikan laju harga konsumen (inflasi) di tengah tren tingginya inflasi dunia, bahkan saat sejumlah negara mengalami hiperinflasi.

"Ini patut disyukuri mengingat beberapa negara sedang mengalami hiperinflasi seperti Argentina 113,4 persen, dan Turki, 47,8 persen," kata Edy Priyono dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Arsip - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Edy Priyono. — Sumber: ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden

Menurut Edy, di antara negara-negaraGroup of Twenty(G20) yang berkontribusi besar terhadap perekonomian dunia, tingkat inflasi Indonesia pada Agustus 2023 yang sebesar 3,27 persen, merupakan terendah keempat setelah China (-0,30 persen), Arab Saudi (2,31 persen), dan Amerika Serikat (3,18 persen). Inflasi Indonesia juga lebih rendah dibandingkan kawasan Eropa yang sebesar 5,3 persen.

Edy mengatakan terkendalinya inflasi Indonesia didorong oleh seluruh komponen, baik inflasi inti, tarif yang diatur pemerintah (administered price), dan komponen harga pangan yang kerap bergejolak (volatile food).

Terkendalinya inflasi Indonesia, kata Edy, juga tidak terlepas dari stabilitas harga komponen pangan atau volatile food. Pada Agustus 2023, komponen inflasi pangan di level 2,42 persen atau lebih rendah dibandingkan 2022, yakni 5,61 persen.

"Artinya di tengah gejolak harga pangan global, Indonesia relatif mampu mengendalikan harga pangan yang merupakan kebutuhan strategis," kata dia.

Edy menyampaikan keberhasilan kebijakan pengendalian inflasi di Indonesia merupakan hasil dari kombinasi menyeluruh antara kebijakan moneter, fiskal, dan koordinasi yang erat melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Strategi kebijakan ini tidak banyak dilakukan di negara-negara lain.

"Sebab di hampir seluruh negara, pengendalian inflasi dilakukan hanya melalui instrumen kebijakan moneter," kata Edy.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.