Asean Diminta Lebih Berani Atasi Tantangan Global

Rabu, 06 Sep 2023, 00:01 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pemimpin Perhimpunan Bangsa-BangsaAsia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean), untuk menjadi lebih berani, tangkas, dan menyusun rencana taktis jangka panjang untuk mengatasi tantangan global yang semakin meningkat.

Mengibaratkan Asean seperti sebuah kapal besar, Jokowi mengatakan kelompok tersebut mempunyai tanggung jawab besar terhadap ratusan juta orang yang berlayar bersama di dalamnya.

Ket. Foto: JOKO WIDODO Presiden RI - Meskipun harus berlayar melewati badai, kita sebagai pemimpin harus memastikan kapal ini dapat terus berlayar. — Sumber: ISTIMEWA

"Meskipun harus berlayar melewati badai, kita sebagai pemimpin harus memastikan kapal ini dapat terus berlayar. Kita harus menjadi kapten kapal kita sendiri untuk mencapai perdamaian, untuk mencapai stabilitas, untuk mencapai kesejahteraan bersama," ujar Presiden Jokowi, di awal sidang pleno KTT ke-43 Asean, di Jakarta, Selasa (5/9)

Sembilan pemimpin Asean hadir, termasuk Perdana Menteri (PM) baru Kamboja, Hun Manet, dan calon anggota PM Timor-Leste, Xanana Gusmao. Sedangkan PM Thailand yang baru, Srettha Thavisin, tidak hadir, tetapi diwakili oleh Menteri Luar Negeri Tetap, Sarun Charoensuwan.

Para petinggi militet Myanmar, yang dilarang menghadiri pertemuan tingkat tinggi Asean karena gagal membuat kemajuan nyata dalam rencana perdamaian untuk mengakhiri krisis, tidak mengirimkan perwakilan nonpolitik.

Dalam pidato pembukaannya untuk mengawali KTT yang akan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis, Jokowi juga mengulangi pesannya yang konsisten bahwa Asean tidak akan menjadi wakil bagi negara mana pun dan akan bekerja sama dengan siapa pun demi perdamaian dan kemakmuran.

"Jangan jadikan kapal Asean kita sebagai ajang rivalitas yang saling menghancurkan, tapi jadikan kapal Asean ini sebagai ruang untuk membina kerja sama guna menciptakan kesejahteraan, menciptakan stabilitas, menciptakan perdamaian yang tidak hanya bagi kawasan, tetapi juga bagi dunia," tuturnya.

Tekanan Makin Besar

Indonesia, yang menjadi ketua bergilir blok 10 negara tersebut tahun ini, menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menyelesaikan situasi di Myanmar, yang telah mengalami kekerasan setelah kudeta militer pada tahun 2021, dan mempercepat perundingan mengenai Kode Etik di wilayah sengketa di wilayah Laut Tiongkok Selatan.

Kepada para pemimpin Asean, Jokowi mencatat tantangan di masa depan semakin sulit. "Dan mengakibatkan perebutan pengaruh oleh negara-negara besar, namun kesatuan dan sentralitas Asean adalah kunci dalam mengatasi hal ini," katanya.

Menurut Jokowi, persatuan bukan berarti tidak ada perbedaan pendapat, namun justru ada keharmonisan dalam keberagaman. Perbedaan pendapat justru menyuburkan demokrasi dan justru menunjukkan bahwa kita sebagai satu keluarga mempunyai kedudukan yang setara.

Presiden Jokowi menegaskan kesatuan dan sentralitas Asean masih terjaga, di tengah tantangan dunia yang semakin berat dan perebutan pengaruh di antara kekuatan-kekuatan besar dunia.

"Sebagai anggota keluarga dan sebagai ketua Asean, saya ingin tegaskan bahwa kesatuan Asean sampai saat ini masih terpelihara dengan baik," kata Presiden Jokowi.

Namun, kata Jokowi, persatuan Asean bukan berarti tidak ada perbedaan pendapat di antara negara anggotanya.

Sebagai negara yang memiliki beragam suku, budaya, bahasa, dan agama, Indonesia menilai kesatuan sebagai sebuah harmoni dalam perbedaan-termasuk di dalamnya perbedaan pendapat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

Fulham Andalkan Serangan Balik untuk Atasi Kreativitas Chelsea 

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW: Akhlak, Ilmu, dan Kesejahteraan Umat .

Gawat Teror Melanda Thailand Selatan! Puluhan Ledakan Terjadi Hanya dalam Sehari

Kegiatan melukis caping di Kota Solo

Kenapa Awan Makin Jarang Terlihat? BMKG Sebut Monsun Australia dan El Nino yang Jadi Penyebabnya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.