BPBD Garut Cari Sumber Air untuk Bisa Mengairi Daerah yang Terdampak Kekeringan

Jumat, 01 Sep 2023, 17:54 WIB

Garut - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, melakukan pencarian sumber air untuk bisa mengairi daerah terdampak kekeringan, sehingga bisa memenuhi kebutuhan air rumah tangga maupun pertanian saat musim kemarau.

"Kita kerja sama dengan Kodim dan Polres untuk pembangunan sumber air, melakukan pipanisasi ke daerah yang kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Jumat.

Ia menuturkan musim kemarau tahun ini dilaporkan sejumlah kecamatan sudah terdampak kekeringan yang membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih dan juga areal pertanian kering.

Upaya mengatasi kesulitan air ke daerah terdampak kekeringan itu, kata dia, di antaranya dengan memasok air bersih menggunakan truk tangki air yang langsung didistribusikan ke masyarakat.

"Intens kita distribusikan air yang diusulkan masyarakat," katanya.

Namun, pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya memasok air bersih dengan menggunakan tangki, tapi berupaya untuk mencari sumber air yang nantinya bisa dialiri ke pemukiman warga.

Ia menyebutkan selama ini sudah ada beberapa lokasi yang memiliki sumber air seperti di Kecamatan Selaawi, Kadungora, Malangbong, dan Cikelet, untuk selanjutnya tinggal dilakukan pipanisasi.

Selain daerah itu, jajarannya juga terus mencari sumber air di daerah lain yang dinilai debit airnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan dipasang pipanisasi.

"Kalau sudah tersedia sumber airnya, tinggal kita lakukan pipanisasi, itu anggarannya ada dari Pemda," katanya.

Ia menambahkan selain melakukan pipanisasi, jajarannya juga menyediakan tangki air berkapasitas 2 ribu liter yang disimpan di tengah pemukiman warga agar mudah mendapatkan air bersih.

Ia menyebutkan ada 8 tangki air yang disiapkan dan sudah dikirimkan ke daerah Cigedug yang selama ini cukup parah kekeringannya.

Adanya tangki itu, kata dia, memudahkan petugas saat mendistribusikan air maupun masyarakat setempat yang hanya tinggal mengambil air di tangki, dan tidak perlu lagi antre di truk tangki.

"Tangki itu disimpan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan air, jadi kami petugas cukup mengisi air ke tangki, nanti warga tinggal mengambilnya," kata Aah.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.