- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kerja Sama Sabuk dan Jalur...
Kerja Sama Sabuk dan Jalur Sutra Tiongkok Catat Kemajuan Besar
Sabtu, 26 Agu 2023, 00:05 WIBBEIJING - Berbagai kemajuan besar telah dicapai Tiongkok melalui pembangunan bersama Sabuk dan Jalur Sutra dalam satu dekade terakhir. Demikian disampaikan seorang pejabat pemerintah Tiongkok.
Dalam sebuah artikel resmi Zheng Shanjie, Kepala Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional (National Development and Reform Commission), badan perencana ekonomi nasional Tiongkok, yang dipublikasikan baru-baru ini, menyampaikan dalam 10 tahun terakhir, Tiongkok telah menandatangani lebih dari 200 dokumen kerja sama terkait pembangunan bersama Sabuk dan Jalur Sutra.
Seperti dikutip dari Antara, kerja sama tersebut dengan 152 negara dan 32 organisasi internasional, mencakup 83 persen dari jumlah negara yang menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok.
Konektivitas infrastruktur menjadi lebih mudah diakses lewat kerja sama Sabuk dan Jalur Sutra, tutur Zheng, sembari menyebutkan berbagai proyek penting, seperti Jalur Kereta Ekspres Tiongkok-Eropa, Koridor Perdagangan Darat dan Laut Internasional Baru, dan Jalur Kereta Tiongkok-Laos.
Lebih jauh Zheng mengatakan Jalur Kereta Ekspres Tiongkok-Eropa menjangkau 211 kota di 25 negara Eropa, dan Koridor Perdagangan Darat dan Laut Internasional Baru menghubungkan daerah tengah dan barat Tiongkok dengan lebih dari 300 pelabuhan di 100 lebih negara.
Dari tahun 2013 hingga 2022, nilai impor dan ekspor barang antara Tiongkok dan negara-negara di sepanjang Sabuk dan Jalur Sutra rata-rata meningkat signifikan sebesar 8,6 persen per tahun, tutur Zheng, seraya menambahkan bahwa nilai investasi kumulatif dua arah mereka menembus 270 miliar dollar AS (1 dollar AS = 15.253 rupiah).
Lapangan kerja
Di zona kerja sama ekonomi dan perdagangan luar negeri yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok di negara-negara sepanjang Sabuk dan Jalur Sutra, sebanyak 421.000 lapangan kerja lokal tercipta dalam satu dekade terakhir, imbuh Zheng.
"Diperkirakan bahwa pada 2030, pembangunan bersama Sabuk dan Jalur Sutra akan membantu mengangkat 7,6 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem, dan 32 juta orang dari kemiskinan moderat di negara-negara terkait," kata Zheng.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Lebaran Lebih Awal, Ribuan Warga Jember-Bondowoso Sudah Gelar Shalat Id Hari Ini
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Semarakkan Mudik Lebaran 1447 H, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya hingga Pembagian Takjil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.