- Home
-
- Luar Negeri
-
- Inspirasi Artistik yang Me...
Inspirasi Artistik yang Memberikan Kekuatan dalam Kesulitan
Sabtu, 26 Agu 2023, 02:20 WIBSaat Kasumi Ohara berusia 16 bulan, ibunya yang bernama Ayako memperhatikan ada sesuatu yang tidak biasa di mata Kasumi. Ada warna putih terlihat di pupilnya.
Ayako pun segera melarikan putrinya ke rumah sakit anak di Kota Kobe, Jepang. Di sana, Kasumi didiagnosis mengalami retinoblastoma, sebuah bentuk kanker langka dan ganas yang berdampak terhadap mata anak-anak.
Seorang dokter menganjurkan agar Kasumi menjalani pembedahan segera guna membuang kedua matanya. Ayako tentu saja merasa amat sedih, tetapi menyadari tidak adanya pilihan lain.
Ketika putrinya terbaring di ranjang rumah sakit dan menunggu operasi, Ayako mulai melukis pemandangan dunia luar bagi Kasumi. Sang ibu pun memasukkan Kasumi dalam lukisan-lukisannya. Ayako membuat lukisannya secerah mungkin, bukan hanya untuk menutupi kesedihannya, tetapi juga untuk mengangkat semangat hidup putrinya.
Dalam hari-hari menjelang pembedahan, daya pandang Kasumi terus memburuk. Ayako menyemangatinya untuk mengingat warna-warna dunia sebelum penglihatannya hilang selamanya.
"Sulit bagi saya untuk menerima ia akan kehilangan penglihatannya," tutur Ayako. "Namun, melalui lukisan, saya bisa menghadapinya," imbuh dia.
Operasi terhadap Kazumi pun berjalan lancar dan ia sudah bisa memulai perawatan pascaoperasi untuk mencegah kankernya muncul kembali. Ayako pun terus melukis bagi putrinya, menggunakan warna cerah yang sama seperti sebelumnya. Namun, ia kini menambahkan tanah liat untuk memberikan bentuk dan tekstur agar putrinya bisa meraba gundukan itu dan membentuk bayangan dalam benaknya.
Sambil meraba salah satu komposisi lukisan Ayako, Kasumi bertanya, "Apakah saya menyentuh pelangi?" "Iya, benar!" jawab Ayako.
Ayako memperhatikan bahwa Kasumi pelan-pelan berhasil meraih keyakinan diri. Segera, ia siap untuk pergi keluar ruang lagi.
Di sebuah taman di depan rumah sakit, Kasumi merasakan lingkungan sekitar melalui sentuhan, suara, dan aroma.
"Kadang, saya mengira-ngira kalau ia bisa melihat hal-hal yang kita tidak bisa lihat," kata Ayako.
Seperti ibunya, Kasumi di rumah juga membuat lukisan sendiri menggunakan krayon. Ayako menjelaskan, "Karena saya melukis, saya memperhatikan Kasumi, dengan memikirkan mungkin ia tertarik terhadap lukisan. Kasumi tengah menjalani pengobatan yang menyakitkan, tetapi ia bersemangat. Saat melihatnya, saya rasa saya tidak boleh merasa tertekan. Saya seperti menerima kekuatan dari dia," tutur Ayako.
Bantu Orang Lain
Ayako kini menggunakan bakatnya guna membantu orang-orang lain yang terdampak oleh retinoblastoma. Ayako pun membuat sebuah lukisan bagi Hayato Iguchi, yang menempati kamar rumah sakit yang sama dengan Kazumi. Hayato kehilangan mata kirinya akibat penyakit tersebut.
Lukisan yang memperlihatkan Hayato memeluk adik laki-lakinya yang baru lahir, membantu menguatkan keluarga itu melewati masa-masa yang sulit, tutur ibu Hayato, Mizuki.
Lukisan Ayako juga telah dipamerkan di rumah sakit tempat Kasumi dirawat. Lukisan tersebut memberikan dorongan sangat besar bagi para pasien lain, serta juga bagi para pengunjung dan staf, ungkap Kazumoto Iijima, direktur rumah sakit anak di Kobe.
"Lukisan-lukisan tersebut luar biasa, bahkan bagi kami, dan saya merasakan cinta yang kuat Ayako terhadap putrinya," kata Iijima. "Penyakit bukanlah sesuatu yang bisa disembuhkan hanya oleh staf medis. Saya rasa orang-orang yang memiliki berbagai kondisi bisa mendapat perasaan tertentu ketika melihat lukisan-lukisan ini," imbuh dia.
"Saya senang Kasumi adalah putri saya," tutur Ayako. "Saya kira terlepas dari tantangan yang dihadapi orang, dunia ini cerah, hidup itu berwarna, dan orang-orang akan bahagia. Semuanya akan baik-baik saja. Saya harap orang-orang bisa mendapat sedikit keberanian dengan melihat saya dan Kasumi berupaya keras," tagas Ayako. NHK/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Seni Satukan Dua Kota, Pelajar Yogyakarta dan Ceko Bangun Persahabatan Lewat Lukisan
-
Ingin Tau Visualisasi Jakarta di Masa Depan ? Saksikan Wahana Immersive Room di Jakarta Fair 2025
-
Mulai 1 Januari, Wajib Pajak Bisa Akses Layanan Coretax DJP, Begini Caranya
-
Kopi, si “Emas hijau” yang Menjadi Media Lukis di Tanah Papua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.