- Home
-
- Luar Negeri
-
- Enam Negara Siap Gabung de...
Enam Negara Siap Gabung dengan BRICS
Jumat, 25 Agu 2023, 02:29 WIBJOHANNESBURG - Kelompok 5 negara berkembang terdepan di dunia yang beranggotakan Brasil, Russia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, BRICS, pada Kamis (25/8) mengumumkan bahwa enam negara baru, termasuk Arab Saudi dan Iran, akan bergabung dengan blok tersebut sebagai anggota penuh pada awal tahun 2024.
Blok negara-negara berkembang itu setuju untuk melakukan ekspansi dengan mengundang enam negara baru, di antaranya Argentina, Mesir, Iran, Ethiopia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA), kata Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, di akhir KTT BRICS di Johannesburg, pada Kamis.
"Keenam negara ini akan menjadi anggota penuh blok tersebut pada Januari 2024," kata Presiden Ramaphosa.
Ramaphosa lalu mengatakan bahwa para pemimpin BRICS telah menugaskan menteri keuangan dan gubernur bank sentral mereka untuk mempertimbangkan masalah pembayaran dalam mata uang lokal mereka dan laporannya akan diberikan pada KTT berikutnya.
Ekspansi
Lebih dari 20 negara telah menyatakan minatnya untuk bergabung dengan blok negara berkembang yang mencakup Brasil, Russia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan itu.
Para pemimpin BRICS berkumpul di Johannesburg untuk menghadiri KTT ke-15 yang digelar mulai 22 hingga 24 Agustus lalu.
Pada KTT itu, Perdana Menteri India, Narendra Modi, mengatakan negaranya selalu mendukung penuh ekspansi BRICS. Dia menambahkan bahwa anggota baru akan memperkuat blok tersebut dan memberinya energi baru.
PM Modi pun mengatakan ekspansi BRICS merupakan pesan kepada seluruh institusi global untuk beradaptasi dengan era terkini.
Sementara itu Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan bahwa ekspansi BRICS merupakan titik awal baru bagi kerja sama blok tersebut dalam memajukan perdamaian dan pembangunan global.Presiden Xi pun mengutarakan keyakinannya bahwa masa depan blok ini cerah.
Pada awal KTT, para pemimpin BRICS mengumumkan beberapa isu yang telah mereka sepakati yang dapat mencakup penerimaan anggota baru dan kemungkinan memiliki mata uang mereka sendiri.
Saat berpidato pada Rabu (24/8), Presiden Ramaphosa mengatakan blok tersebut merupakan formasi inklusif negara-negara berkembang dan berkembang yang bekerja sama untuk mendapatkan manfaat dari kekayaan sejarah, budaya, dan sistem mereka guna memajukan kesejahteraan bersama.AFP/Anadolu/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Sebanyak 177.243 Kendaraan Lintasi Tol Trans Sumatera pada H+4 Lebaran
-
Biar Tetap Jadi Tujuan Investasi, RI Semestinya Tak Gabung BRICS
-
Indonesia Krisis Pekerjaan Layak
-
Indonesia Hadapi Tantangan Besar: Bisa Tetap Non-Blok setelah Gabung BRICS?
-
Risiko Kedekatan Prabowo dengan BRICS: Reputasi Non-blok Indonesia Dipertaruhkan
-
Tetap Perkasa, BRICS Tidak akan Mampu Gulingkan Dolar AS Sampai Sepuluh Tahun ke Depan
-
PP Kesehatan Baru, Alasan Aturan Pengendalian Tembakau Harus Diperkuat di Era Prabowo
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.