Perkuat Kolaborasi, Pemkab Bima Evaluasi Program Penurunan Stunting
Kamis, 24 Agu 2023, 00:17 WIBMataram - Perkuat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan rapat koordinasi evaluasi program penurunan stunting dalam rangka mendukung program Presiden RI.
"Isu stunting menjadi perhatian serius Presiden Jokowi, karena berkaitan dengan masa depan generasi muda," kata Wakil Bupati Bima, Dahlan saat rapat Koordinator penanganan stunting, Rabu.
Untuk ini, ia berharap Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tetap bersemangat dalam bekerja, agar keluarga yang terdampak stunting dan memerlukan perawatan mendapatkan penanganan yang lebih baik.
Prevalensi stunting di Kabupaten Bima menurun secara signifikan dalam tiga tahun terakhir sejak tahun 2020, angka stunting atau gagal tumbuh anak mencapai angka 24,59 persen dan turun menjadi 18,2 persen pada 2021. Angka tersebut kemudian turun pada angka 13,8 persen di tahun 2022.
"Meskipun terdapat penurunan secara signifikan, namun masih ada desa yang menunjukkan angka stunting tinggi dan perlu dilakukan upaya-upaya yang lebih optimal di 2023," katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Dr Lalu Makrifudin mengatakan hasil Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting.
"Semoga diberikan kekuatan dalam mewujudkan Kabupaten Bima menjadi zero stunting," katanya.
Pertemuan ini sangat strategis, merupakan tindak lanjut dari pertemuan di tingkat provinsi dan membahas satu isu strategis di tingkat nasional yang dibahas mulai dari tingkat nasional hingga tingkat desa.
"Penanganan stunting penting dilakukan karena menyangkut masa depan daerah, masa depan masyarakat dan masa depan negara". Dalam hal ini, hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menjadi acuan dalam penanganan masalah kesehatan," katanya.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
DPRD dan Pemkot Bogor Bahas Raperda Rumah Susun untuk Atasi Keterbatasan Lahan dan Pertumbuhan Penduduk
-
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan, Ini Respons Kapolri
-
Ekonomi Syariah Indonesia Dinilai Belum Optimal karena Kurang Integrasi
-
Sanggar Margasari Kacrit Putra Bekasi Masuk 3 Besar Lomba Seni Palang Pintu Polda Metro Jaya.
-
Mempercepat Penurunan Prevalensi Stunting di Singkawang Lewat Berbagai Program
-
Komnas HAM Sesalkan Penyerangan Warga Sipil di Intan Jaya, Ingatkan Pelanggaran HAM dan Hukum Humaniter
-
Kementan Bidik Bima Jadi Hub Unggas Indonesia Timur, Bangun Pabrik Pakan dan 60 Ribu Induk Broiler
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.