• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Wajib Tahu, 6 Manfaat Menu...

Wajib Tahu, 6 Manfaat Menulis Jurnal bagi Kesehatan Mental

Minggu, 20 Agu 2023, 08:54 WIB

JAKARTA - Bisa jadi mengejutkan, bahwa salah satu alat kesehatan terbaik sebenarnya adalah menulis jurnal(journaling),yang ternyatamenawarkan berbagai manfaat, mulai dari meredakan stres hingga memicu penemuan diri.

Journalingmerupakan kesadaran yang bergerak, menyoroti hal-hal tak ternilai dalam hidup yang mungkin tidak selalu kita sadari. Berikut adalah enam manfaat dari menulis jurnal, seperti dilansir Healthline.

1. Bantu kurangi stres

"Jurnal bisa menjadi katup pelepas tekanan yang hebat saat kita merasa kewalahan atau sedang mengalami banyak hal secara internal," kata pendiri Mending Trauma, Amy Hoyt, PhD.

Beberapa penelitian membuktikan hal ini. Pasien, keluarga, dan praktisi kesehatan dari rumah sakit anak melaporkan penurunan tingkat stres setelah menyelesaikan latihan penjurnalan ini.

Penelitian tersebut meminta mereka untuk menulis tiga hal yang disyukuri, kisah hidup dalam enam kata, dan menuliskan tiga keinginan.

Dalam studi tindak lanjut, 12 hingga 18 bulan kemudian, 85 persen peserta melaporkan bahwa latihan menulis sangat membantu, dan 59 persen terus melakukan journaling untuk mengatasi stres.

2. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan

Tinjauan penelitian tahun 2018 menunjukkan bahwa menulis tentang pikiran dan perasaan terdalam dapat berkontribusi pada suasana hati yang membaik, kesejahteraan yang lebih besar, hingga lebih sedikit kunjungan dokter terkait stres, dan darah rendah.

Selain itu, sebuah studi terhadap 70 orang dewasa dengan kondisi medis dan kecemasan menemukan bahwa menulis tentang pengalaman positif, seperti rasa syukur, selama 12 minggu dikaitkan dengan kesulitan yang berkurang, dan peningkatan kesejahteraan.

Dalam studi yang sama, setelah sebulan, peserta melaporkan lebih sedikit gejala depresi dan kecemasan. Setelah bulan pertama dan kedua, peserta melaporkan ketahanan yang lebih besar.

3. Mendorong ruang dari pikiran negatif

Ketika pikiran negatif atau rasa cemas muncul, akan mudah untuk terjebak dalam pikiran yang kusut. Namun, menuliskan pemikiran dapat menciptakan ruang dan jarak untuk melihat permasalahan dengan cara yang lebih objektif.

Seorang psikolog klinis di New York, Amerika Serikat, Sabrina Romanoff, PsyD mengatakan jarak tersebut secara formal disebut defusi kognitif, sebuah konsep yang membantu terapi penerimaan dan komitmen.

"Anda dapat menggunakan jurnal untuk melihat bahwa pikiran Anda terpisah dari diri Anda," kata dia.

4. Menyediakan cara memproses emosi

Banyak orang menjalani hari-hari mereka dengan tidak memperhatikan emosi mereka atau secara aktif memendamnya. Emosi memiliki cara untuk tetap muncul ke permukaan dan memengaruhi tindakan seseorang, dengan atau tanpa disadari.

Membuat jurnal memberi kesempatan untuk memproses emosi di tempat yang aman dan terkendali, mengetahui emosi spesifik yang dialami, menerimanya, bahkan dapat mengurangi kekuatannya. Dengan begitu, emosi yang sulit menjadi tidak terlalu berlebihan dan lebih mudah dikelola.

5. Membantu ketahui langkah selanjutnya

Menuliskan pemikiran dan perasaan tentang sebuah situasi adalah langkah pertama untuk mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya. Setelah sedikit tenang usai menulis, seseorang akan tahu, bahwa mungkin kemarahannya adalah tanda bahwa dia perlu menetapkan batasan dengan seseorang. Atau kesedihan yang dirasakan mendorong untuk menjangkau dan memperkuat koneksi dengan teman atau keluarga

Menulis jurnal dapat memberi gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya kita inginkan atau butuhkan, sehingga segala perasaan dan pikiran negatif tidak hanya berkecamuk di kepala.

6. Memperdalam penemuan diri

Bagaikan teka-teki, seseorang dapat menemukan bagian atau pola yang berbeda pada diri sendiri setiap hari. Menulis jurnal memberikan jeda yang sangat dibutuhkan untuk membantu kita terhubung kembali dengan diri kita sendiri dan menemukan kembali siapa diri kita. Saat kita menulis, kita mempelajari preferensi, poin rasa sakit, ketakutan, kesukaan, hingga impian kita.

Membuat jurnal membantu seseorang untuk mendengarkan, menjadi saksi atas perubahan diri, dan mengenal diri kita jauh lebih baik.

Ket. Foto: Ilustrasi menulis sebagai terapi. — Sumber: istimewa

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.