Bandara Kualanamu Masih Beroperasi Normal, Kok 49 Penerbangan Bisa Batal? Ini Faktanya

Selasa, 08 Sep 2026, 04:04 WIB

MEDAN - PT Angkasa Pura Aviasi menyatakan Bandara Internasional Kualanamu tetap beroperasi normal meski 49 penerbangan dibatalkan sebagai dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan data sementara hari ini tercatat ada 49 penerbangan mengalami pembatalan," kata Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin.

Ket. Foto: Sejumlah calon penumpang maskapai peberbangan terpaksa melakukan penyesuaian di loket tiket maskapai Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (7/9). — Sumber: Antara foto/HO-PT Angkasa Pura Aviasi

Dari total penerbangan yang mengalami pembatalan itu, lanjut dia, yakni rute Kualanamu-Cengkareng pergi-pulang, Kualanamu-Halim Perdanakusuma pergi-pulang, serta Kualanamu-Bandung pergi-pulang.

Adapun maskapai penerbangan yang membatalkan penerbangannya sebanyak lima maskapai meliputi Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Lion Air, Batik Air, dan Pelita Air.

"Informasi terkini Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), dan Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) ditutup sementara," kata Hikmat.

Ia menjelaskan perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda hingga kini mengganggu operasional penerbangan di sejumlah bandara.

Data Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Ahad (6/9), terdapat 51 penerbangan dibatalkan, termasuk rute internasional Amsterdam - Cengkareng dialihkan pendaratan ke Kualanamu.

"Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Kualanamu," tutur dia.

Menurutnya, penerbangan terdampak itu bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi operasional penerbangan serta kebijakan masing-masing maskapai.

Pihaknya juga terus berkoordinasi intensif dengan AirNav Indonesia, maskapai, otoritas bandara, serta seluruh pemangku kepentingan guna memantau perkembangan kondisi.

Selain itu, memastikan operasional penerbangan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan kepada pengguna jasa bandara.

"Para calon penumpang secara berkala kita imbau agar memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya lewat maskapai masing-masing sebelum menuju bandara," ujar Hikmat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.