- Home
-
- Luar Negeri
-
- UNICEF Bunyikan Alarm Peri...
UNICEF Bunyikan Alarm Peringatan, Wabah Kolera Serang Anak-anak Kongo
Sabtu, 19 Agu 2023, 08:45 WIBGOMA - UNICEF pada Jumat (18/8) membunyikan alarm peringatan terkait penyakit kolera anak di provinsi Kivu Utara Republik Demokratik Kongo. Badan itu memperkirakan lebih dari 8.000 balita telah terinfeksi tahun ini.
Provinsi timur telah dilanda konflik selama hampir tiga dekade, mengakibatkan perpindahan penduduk yang meluas.
UNICEF mencatat 31.342 kasus nasional hingga saat ini pada 2023, di antara pasien ada banyak anak-anak. Kivu Utara sebagai provinsi yang paling parah mencatat sekitar 21.400 kasus, kata organisasi itu, mengutip penghitungan Kementerian Kesehatan Kongo.
"Meluasnya wabah kolera dan kehancuran yang diakibatkannya harus menjadi peringatan," kata Shameza Abdulla, koordinator darurat senior UNICEF DRC, yang berbasis di Goma.
"Jika tindakan mendesak tidak diambil dalam beberapa bulan ke depan, ada risiko signifikan bahwa penyakit itu akan menyebar ke bagian negara yang tidak terpengaruh selama bertahun-tahun," kata Abdulla.
"Ada juga bahaya yang akan terus menyebar di lokasi pengungsian di mana sistem sudah kewalahan dan populasi - terutama anak-anak - sangat rentan terhadap penyakit dan - berpotensi - kematian."
UNICEF mengatakan lebih dari 8.000 kasus balita yang terinfeksi tahun ini di Kivu Utara, lebih dari enam kali lipat dari tahun lalu.
Epidemi penyakit tahun 2017 mempengaruhi sebagian besar negara, termasuk ibu kota Kinshasa dengan sekitar 55.000 kasus dan lebih dari 1.100 kematian.
Organisasi Internasional untuk Migrasi mengatakan pada bulan Juni, sekitar satu juta orang telah mengungsi di timur karena konflik pada kuartal pertama tahun ini.
UNICEF mengatakan kamp-kamp yang menampung mereka yang terlantar tidak memiliki kapasitas untuk mengatasi dan memfasilitasi penyebaran kolera.
Organisasi tersebut telah meminta dana sebesar 62,5 juta dolar AS untuk mendukung kegiatan pencegahan dan tanggapannya guna membendung penyebaran penyakit karena berupaya menjangkau 1,8 juta orang, termasuk satu juta anak-anak, pada akhir tahun.
Sejauh ini hanya didanai sembilan persen.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Aduh, Ketua SP Perusahaan Elektronik di EJIP Cikarang Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
-
Jakarta Mesti Jadi Ruang Penuh Ide bagi Anak-anak
-
Presiden Prabowo Ingin Sering Bertemu Rektor dan Profesor Bahas Masukan Majukan Indonesia
-
Bupati Bangka Barat Ajak Warga Lestarikan Kelekak Durian, Warisan Leluhur Bernilai Ekonomi Tinggi
-
Pemprov Bangka Belitung Terbitkan Ingub UHC dan JKN, Akses Layanan Kesehatan Masyarakat Diperkuat.
-
AS Konfirmasi Dua Orang Meninggal Akibat Wabah Siklosporiasis
-
Uni Eropa Dukung Konservasi Laut dan Ekonomi Pesisir di Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.