Jakarta Perlu Membentuk Badan Promosi Pariwisata
Sabtu, 19 Agu 2023, 05:21 WIBJAKARTA - Setelah tidak lagi menjadi Ibu Kota, Pemprov DKI diminta membentuk badan promosi pariwisata (BPP) untuk menyiapkan Jakarta sebagai kota ekonomi. Usulan ini disampaikan pemerhati pariwisata dan ekonomi kreatif, Rus Suharto, Jumat (18/8).
"Pembentukan BPP sangat penting mengingat Jakarta tidak lagi menjadi Ibu Kota. Hal ini otomatis kunjungan kerja dan raker tingkat nasional maupun internasional banyak dilakukan di IKN," kata Rus. Menurut dia, Jakarta sudah memiliki infrastruktur kepariwisataan yang baik seperti hotel, restoran, pusat rekreasi, ruang publik, dan destinasi wisata.
Maka, bila kunjungan wisatawan berkurang, dikhawatirkan menurunkan pendapatan asli daerah (PAD). Maka dari itu, BPP akan mampu mempersiapkan Jakarta tetap layak menjadi menarik bagi wisatawan. Terlebih, pembentukan BPP Jakarta tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2011 tentang Badan Promosi Pariwisata Indonesia.
Kemudian, ada juga Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2 Tahun 2016 tentang Tata Kerja, Persyaratan, Serta Tata Cara Pengangkatan dan Pemberhentian Unsur Penentu Kebijakan BPP Indonesia. Terakhir ada Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.
"BPP Jakarta bertugas mempromosikan kota. Ini berbeda dengan lembaga pariwisata yang melakukan promosi hanya sebatas usaha dan profesinya," ujar Rus, dikutip jakartagoid, Jumat. Rus menuturkan BPP adalah lembaga independen yang dibentuk pemerintah. Dia akan lebih mampu mengenalkan infrastruktur kota, transportasi publik, hingga destinasi wisata Jakarta.
Diharapkan dengan adanya BPP Jakarta dapat meningkatkan devisa maupun PAD di masa mendatang. Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, mengatakan pajak daerah tumbuh sebesar 5,1 persen tahun 2022. Angkanya tahun 2019 sejumlah 199 triliun menjadi 209 triliun lebih tahun 2022.
"Perekonomian daerah mulai membaik. Kita lihat perpajakan daerah menguat. Pendapatan Asli Daerah naik luar biasa," ungkap Menkeu Sri Mulyani dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forkopimda tahun 2023, awal pekan ini.
Dukung Penuh
Sementara itu, Ketua Relawan Antar Generasi (RAG), Iswadi, membangun optimisme seluruh komponen Jakarta untuk mendukung penuh Indonesia menjadi negara maju. Iswadi mengatakan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan motivasi seluruh komponen bangsa bahwa Indonesia sebagai negara maju dapat diwujudkan dengan optimalisasi sumber daya manusia dan sumber daya alam.
"Setelah tidak berstatus Ibu Kota Negara, Jakarta harus bersiap menjadi kota global, pusat bisnis dan ekonomi," ujarnya. Anggota Bidang Pengembangan Sumber Daya PMI DKI Jakarta ini menjelaskan Jakarta menjadi bagian penting pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Jakarta akan menjadi faktor penting dalam menyongsong bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045," terangnya. Menurutnya, Jakarta juga terus menunjukkan sebagai kota besar yang ramah investor. Hal ini dapat ditunjukkan dengan terus meningkatnya nilai investasi Jakarta.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Jakarta periode Januari-Maret (triwulan I) tahun ini menembus angka 36,5 triliun. Ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 1,2 miliar dollar AS atau setara 17,5 triliun. Kemudian, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 19 triliun.
"Realisasi investasi Jakarta Triwulan I tahun ini berkontribusi 11 persen terhadap capaian realisasi penanaman modal nasional," ungkapnya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.