Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legislator DKI Tegaskan Butuh Kesadaran Kolektif Atasi Polusi Udara Jakarta

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Legislator DKI Tegaskan Butuh Kesadaran Kolektif Atasi Polusi Udara Jakarta Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani saat menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI Tahun 2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (16/8/2023).

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani mengatakan penanggulangan polusi udara di DKI Jakarta membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat serta penanganan komprehensif dan sektoral dari pemerintah.

"Dibutuhkan kesadaran kolektif mulai dari masyarakatnya hingga pemangku kebijakan," kata Netty Prasetiyani usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI Tahun 2023 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (15/8).

Netty mengatakan ada banyak program penanggulangan polusi di DKI Jakarta yang selama ini berjalan baik, mulai dari penggunaan transportasi publik sebagai upaya menurunkan emisi gas buang hingga deteksi dini kualitas udara.

Kebijakan itu, menurutnya, juga dapat meminimalisasi penggunaan kendaraan pribadi yang berdampak pada pengurangan polusi udara.

Berdasarkan laporan di situs pemantau kualitas udara AQ Air yang dirilis hari ini, DKI Jakarta menempati peringkat kelima sebagai kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di Indonesia.

Tangerang Selatan berada di peringkat pertama kualitas udara dengan kategori tidak sehat, diikuti sejumlah daerah di Kalimantan Barat, Bali, dan Bengkulu.

Penilaian ini dilakukan IQ Air dengan mengukur tingkat PM 2,5 atau partikel udara yang berukuran lebih kecil atau sama dengan 2,5 mikrometer. Mereka melakukan pengukuran di 72 titik yang tersebar di berbagai daerah.

Di tingkat dunia, DKI Jakarta hari ini dinobatkan sebagai kota besar dengan polusi udara paling buruk ketiga. Nomor 1 diduduki Bagdad, Irak dan di bawahnya terdapat Kota Dhaka, Bangladesh.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan layanan di sektor kesehatan telah menempatkan alat sprirometri di setiap fasilitas pelayanan kesehatan Puskesmas untuk menilai fungsi paru-paru masyarakat di sejumlah kawasan perkotaan dengan tingkat polusi yang tinggi.

"Yang kami persiapkan nomor satu adalah deteksinya, jadi di setiap Puskesmas ada," katanya.

Sprirometri dapat mendeteksi sejumlah permasalahan paru-paru yang dipicu udara kotor, seperti asma, tuberkulosis, kanker paru, dan paru obsurpsi kronis.

Menurut Budi, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 triliun lebih untuk merespons risiko dari kejadian tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.