“Famtrip' untuk Promosikan Jakarta

Senin, 14 Agu 2023, 05:23 WIB

JAKARTA - Dalam rangka lebih gencar lagimempromosikan Jakarta di tingkat internasional sebagai destinasi wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyelenggarakan familiarizationtrip(famtrip) atau perjalanan wisata bagi peserta program Friends of Indonesia (FOI) 2023.

Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, menyebut kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya strategis dalam memperkuat promosi pariwisata. Selain itu juga ekonomi, sosial, dan budaya Indonesia. Kali ini lebih untuk tingkat internasional.

Ket. Foto: Para peserta program Friends of Indonesia (FOI) 2023 dalam sebuah kunjungan ke Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. — Sumber: Antara/Ho-PPID DKI Jakarta

"Kami mengajak para peserta dari berbagai negara yang memiliki pengaruh besar melalui media sosial untuk merasakan keindahan kota ini secara langsung," terang Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, melalui keterangannya, Sabtu.

Selain itu, Andhika melanjutkan bahwa FOI 2023 memiliki fokus dalam melibatkan tokoh publik, pembuat vlog (video), dan selebritas Instagram (selebgram) berpengaruh dari negara sahabat untuk menyebarkan informasi positif tentang Indonesia di kancah global.

Direktur Diplomasi Publik Kemlu,Yusron Ambary, mengatakan program FOI 2023 melibatkan sepuluh tokoh pencipta konten dari lima negara sahabat, Australia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste, didukung oleh Perwakilan RI di luar negeri. Selamafamtrip, peserta FOI 2023 mengunjungi beberapa lokasi wisata ikonik Jakarta, seperti Monumen Nasional, Kota Tua, Bundaran Hotel Indonesia, Masjid Istiqlal, dan Gereja Katedral.

Selain itu, mereka juga menikmati kuliner dan hidangan autentik Indonesia. Para peserta FOI antusias berinteraksi dan menyebarkan informasi mengenai kemajuan kerja sama Asean. Seorang peserta FOI asal Australia, Tanya, menyebut program luar biasa dan saya terkesan dengan toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

"Dilambangkan dengan Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan dua simbol agama di Jakarta, Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta," kata Tanya. Selain itu, peserta lain mengagumi Kota Tua Jakarta yang merupakan salah satu wisata historis di Jakarta."Kota Tua Jakarta mengagumkan, kita diajak bukan hanya melihat bangunan sejarah, namun juga belajar industri kreatif keramik," kata Amira, salah satu peserta FOI asal Singapura.

Yusron menyebut dengan melibatkan tokoh-tokoh publik dari berbagai negara dan memanfaatkan media sosial secara strategis, famtrip ini diharapkan dapat menarik minat calon wisatawan mancanegara untuk berkunjung dan meningkatkan visibilitas Jakarta dan Indonesia sebagai tujuan perjalanan utama.

"Sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh bisnis dan industri kreatif lokal," kata Yusron.Merekajuga menghadiri dan meliput acara seni budaya melalui program Indonesia Channel (Inchan).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.