Gerak Cepat, Banten Kampanyekan Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman
Kamis, 10 Agu 2023, 01:00 WIBSerang - Gerak cepat, Pemerintah Provinsi Banten mengampanyekan penganekaragaman konsumsi pangan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengonsumsi aneka ragam pangan dengan prinsip beragam bergizi seimbang dan aman.
Kegiatan Dinas Ketahanan Pangan ini merupakan pelaksanaan dari Program Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) "Goes to School" yang dilaksanakan mulai dari tingkat sekolah dasar.
"Hari ini kita lakukan bagaimana mengedukasi, memotivasi sejak dini tentang makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman yang sasaran pemahamannya bukan ibu-ibu saja tapi pada anak-anak sedini mungkin," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Aan Muawanah saat kegiatan B2SA Goes to School di SDN Kelapa Dua, Kagungan, Kota Serang, Rabu.
Aan menyampaikan, kegiatan ini juga merupakan upaya Pemprov Banten dalam rangka pemenuhan kebutuhan nutrisi, dan gizi anak. Sehingga anak-anak bisa beraktivitas dengan sehat, aktif dan produktif.
"Kadang anak-anak itu makan tergantung selera bukan tergantung kecukupan nutrisi bagi kebutuhan tubuhnya," katanya.
Melalui kegiatan ini, kata dia, pihaknya melakukan sosialisasi kandungan gizi yang terdapat pada makanan-makanan yang dikonsumsi dari pangan lokal.
Selain itu juga edukasi bagaimana pola makan yang baik bagi anak-anak serta bagaimana dan dimana saja terdapat sumber-sumber protein, vitamin, mineral dan karbohidrat yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktifitas, berfikir, metabolisme tubuh yang baik.
Dia berharap, dengan edukasi pemenuhan gizi pada anak ini akan menciptakan generasi muda yang siap untuk melaksanakan pembangunan khususnya pembangunan di Provinsi Banten, sebagai insan yang sehat, aktif, produktif berkelanjutan.
"Bagaimanapun mereka adalah sumber daya kita ke depan. Dengan tubuh sehat dan kuat kita bisa mencapai apa yang diharapkan," katanya.
Menurutnya, kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pangan ini juga perlu kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya orang tua yang memiliki peran penting dalam menentukan asupan makanan pada anak sehari - hari.
"Kita juga terus melakukan edukasi kepada para orang tua. Bagaimana mengolah pangan itu agar anak-anak tertarik memakan makanan yg memiliki gizi," katanya.
Kadis itu juga menghimbau kepada seluruh siswa dan orang tua untuk melakukan gerakan stop boros pangan. Kebiasaan membuang-buang makanan atau membeli pangan secara berlebihan ini bisa merugikan diri sendiri dan orang lain di masa yang akan datang.
"Alangkah ironisnya kita makan boros menyimpan bahan makanan sebanyak-banyaknya di lemari es yang akhirnya tidak sempat dimasak dan menjadi busuk, sementara masih banyak saudara- saudara kita tang kekurangan pangan," kata Aan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Alumni Penerima Beasiswa LPDP Tak Bangga Jadi Orang Indonesia, Kemenkeu Harap untuk Hormati Rakyat Indonesia karena Itu Uang Rakyat
-
Bazar Ramadan Lebak Bulus: Upaya Pemprov DKI Majukan UMKM
-
WALHI Kalbar Temukan 1.316 Titik Panas Karhutla di Lahan Gambut Sepanjang Februari 2026
-
BMKG Ingatkan Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Sumut hingga 19–22 April
-
Hari MRT 2026: Tarif Naik MRT Jakarta Hanya Rp243 pada 24 Maret
-
Indonesia Kontra Malaysia, Ubed Turun Pertama, Ginting Ketiga
-
Karya Lokal Mendunia, Ekspor Fesyen–Kriya Tembus Rp476 Triliun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.